KM Citra Anugrah Meledak Saat Hendak Digeser, Dua Awak Kapal Tewas Terjebak

KEPULAUAN SELAYAR – SEBUAH ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Senin (16/3/2026) pagi disusul kebakaran hebat melanda KM Citra Anugrah, sebuah kapal motor pengangkut barang yang tengah bersandar, dan merenggut nyawa dua orang anak buah kapal (ABK).

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 06.30 Wita itu sontak membuat aktivitas pelabuhan lumpuh. Kepanikan tak terhindarkan ketika kobaran api dan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dari kapal yang sarat muatan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal milik H. Salam yang dinahkodai Aryadin (40) itu sedang bersiap untuk memindahkan posisi sandarnya. Saat itulah malapetaka terjadi. Arif Jaya (40), seorang ABK, mencoba menyalakan mesin menggunakan stater.

Seketika, percikan api diduga menyambar kebocoran gas, memicu ledakan keras yang langsung mengubah kapal menjadi lautan api.

Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian kapal beserta isinya. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Dua orang ABK berhasil menyelamatkan diri dengan lompat ke laut, namun dua lainnya terjebak di dalam kapal yang terbakar.

“Dua korban tidak sempat menyelamatkan diri. Kami menemukan keduanya telah meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar seorang petugas di lokasi.

Korban jiwa dalam tragedi ini adalah sang nahkoda, Aryadin (40), warga Dusun Waekomba, Desa Bonerate, dan Arif Jaya (40), warga Dusun Barangka, Desa Majapahit. Keduanya berasal dari Kecamatan Pasimarannu.

Jenazah keduanya langsung dievakuasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah keluarga menolak dilakukan autopsi.

Sementara itu, dua ABK yang selamat adalah Iksan (45), warga Dusun Waekomba, yang mengalami patah tulang kaki akibat lompat dari kapal, dan Irfan (35), warga Dusun Tunggua, yang hanya mengalami luka ringan.

Kapal yang terbakar diketahui mengangkut muatan yang sangat padat, mencapai sekitar 2.000 paket. Muatan itu merupakan campuran sembako, tabung gas elpiji 3 kg dan 12 kg, serta jeriken berisi BBM jenis solar dan pertalite.

Seluruhnya adalah pasokan vital untuk masyarakat di Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, yang tiba di lokasi bersama tim gabungan, memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyebab kebakaran.

“Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kami menduga sumber api berasal dari ledakan tabung gas elpiji 12 kg yang bocor. Di lokasi kami menemukan tabung dalam kondisi terbelah. Saat mesin kapal dinyalakan, timbul percikan api yang langsung menyambar gas bocor tersebut,” jelas AKBP Didid Imawan.

Kapolres menambahkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan untuk mengantisipasi terganggunya distribusi logistik ke Kecamatan Pasimarannu akibat musnahnya seluruh muatan dalam kebakaran tersebut.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Kapolres. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *