Militer Israel Kewalahan Hadapi Gempuran Drone Canggih Hizbullah: Sistem Pertahanan Diperketat

Militer Israel Akui Kewalahan Tangkis Drone Canggih Hizbullah
Ilustrasi. Israel disebut kewalahan hingga harus cari cara deteksi dan cegat drone canggih Hizbullah. Foto: AFP/ANWAR AMRO

Jakarta, Wartana.com – Militer Israel dilaporkan masih berupaya keras menemukan strategi efektif untuk menghadapi peningkatan serangan drone canggih milik Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Pesawat tak berawak berbasis serat optik yang dioperasikan Hizbullah ini disebut terus menimbulkan tantangan operasional yang signifikan bagi pasukan Israel karena karakteristiknya yang sulit dideteksi dan dicegat.

Sumber dari stasiun penyiaran publik Israel KAN, mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa tentara Israel baru-baru ini telah menerapkan “sistem penargetan cerdas” di Lebanon selatan. Sistem ini bertujuan untuk melacak dan mencegat drone-drone tersebut. Selain itu, ratusan teropong penglihatan malam berlabel “Dagger” juga telah didistribusikan kepada para prajurit Israel guna meningkatkan akurasi tembakan terhadap target bergerak dalam operasi malam hari.

Dilansir dari Anadolu Agency, drone serat optik Hizbullah kini menjadi salah satu tantangan operasional utama Israel di garis depan. Desainnya yang mengandalkan serat optik membuatnya minim jejak termal dan sulit diidentifikasi oleh sistem radar tradisional. “Drone berbasis serat optik seperti yang digunakan Hizbullah memiliki keunggulan dalam hal stealth dan ketahanan terhadap jamming, menjadikannya target yang sangat sulit bagi sistem pertahanan udara konvensional,” jelas Dr. Ahmad Syarif, seorang analis pertahanan dari Pusat Kajian Strategis Timur Tengah.

Laporan lebih lanjut menyebutkan bahwa drone-drone ini secara konsisten menargetkan pasukan dan kendaraan militer Israel. Meskipun telah melakukan berbagai upaya adaptasi, pihak Israel diakui masih mencari solusi komprehensif untuk mengatasi ancaman ini secara tuntas.

Situasi ini diperkuat oleh pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada akhir April lalu. Netanyahu secara terbuka mengakui bahwa rudal dan drone Hizbullah merupakan “dua ancaman besar” yang dihadapi Israel. Ia juga mendesak para komandan militer untuk segera menemukan cara-cara inovatif guna melawan ancaman yang terus berkembang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *