MAKASSAR – SEORANG pengemudi ojek online (ojol) meregang nyawa setelah sebuah truk tronton diduga kehilangan kendali dan menghantam deretan kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (16/12/2025) petang.
Insiden maut ini menewaskan Surahman (37) dan melukai sopir truk, dengan total lima kendaraan hancur berantakan di lokasi.
Sebuah truk tronton berpelat nomor 9823 AN diduga mengalami kegagalan rem atau kehilangan kendali, lalu seperti monster besi yang mengamuk, menghancurkan tiga mobil dan satu motor listrik ojol yang tengah antre menunggu lampu hijau.
Peristiwa nahas itu terjadi tepat di depan Kantor Pos Kota Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, sekitar pukul 17.30 WITA, Selasa (16/12/2025). Saat itu, arus lalu lintas padat dengan kendaraan pulang kerja.
Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Husnaeni, truk tronton tersebut melaju dari arah Kabupaten Maros menuju pusat kota. Tiba di lokasi, truk itu tiba-tiba menerjang kendaraan di depannya.
“Truk tronton menabrak sepeda motor listrik, mobil Daihatsu Ayla, sebuah truk Isuzu, dan mobil Toyota Avanza yang sedang berhenti patuh di lampu lalu lintas. Semua kendaraan korban dalam posisi diam,” jelas Husnaeni saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).
Korban Jiwa dan Luka-LukaDampak tabrakan beruntun itu sangat parah. Pengemudi ojol, Surahman (37), mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tajuddin Chalid Makassar.
Namun, nyawanya tidak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir pada dini hari akibat luka parah dan kehilangan kesadaran yang berkepanjangan.
“Driver ojol meninggal dunia pada dini hari setelah mengalami luka parah dan sempat tidak sadarkan diri,” tegas Husnaeni.
Sementara itu, pengemudi truk tronton, Zainal Kurniwan (28), hanya mengalami luka memar di lutut dan kaki kanan. Korban lain dari kendaraan yang ditabrak dilaporkan selamat dengan kondisi yang masih dalam pendataan.
Pihak kepolisian telah mengamankan sopir truk tronton untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Diduga, faktor kelelahan, gangguan teknis pada kendaraan, atau human error menjadi pemicu.
“Sopir sudah diamankan untuk pemeriksaan. Sementara kendaraan dan barang bukti lainnya masih berada di TKP dan sedang dalam proses evakuasi menggunakan mobil derek,” pungkas Husnaeni.
Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan-kendaraan yang ringsek masih berlangsung. Polda Sulsel mengimbau pengendara menghindari ruas jalan tersebut untuk memperlancar proses penanganan dan penyelidikan. []











