MAKASSAR — SEBUAH video viral di media sosial memicu keprihatinan luas setelah menampilkan seorang balita tengah mengisap vape di sebuah kamar bersama seorang pria dewasa. Pria dalam video tersebut diketahui berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ) dan berdomisili di Kota Makassar.
Video yang pertama kali diunggah ke Instagram pada Kamis (17/7/2025) memperlihatkan dua potongan adegan. Di potongan pertama, balita itu tampak menyodorkan vape ke mulut si pria yang sedang rebahan. Di video kedua, giliran sang anak yang mengisap vape, sembari direkam oleh pria tersebut.
Lebih miris lagi, unggahan video disertai narasi yang tak kalah mengundang reaksi: “Kok iso (bisa) kau tahu cara pakainya? Ini yang kau tunggu kan.”
Menanggapi viralnya konten tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar langsung bergerak. Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dan tengah melakukan pelacakan terhadap pelaku.
“Kami sudah mendapat informasi terkait dugaan tindakan tidak pantas ini. Perilaku tersebut sangat membahayakan, khususnya bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” kata Ita saat dikonfirmasi, Jumat 18 Juli 2025 malam.
Menurutnya, kasus ini merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap hak anak untuk hidup sehat dan bebas dari paparan zat adiktif. Karenanya, DP3A memprioritaskan penanganan serius dengan menggandeng lintas sektor.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, serta KPAID untuk mendalami dan mengusut tuntas kejadian ini,” jelasnya.
Ita juga menegaskan, jika terbukti terjadi pelanggaran hukum dan eksploitasi terhadap anak, maka DP3A akan mendorong penegakan hukum secara tegas.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Jika unsur pelanggaran hak anak terpenuhi, kami pastikan dorongan hukum akan maksimal,” tegasnya.
Hingga saat ini, upaya pelacakan terhadap pelaku masih terus dilakukan, bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk meminta pertanggungjawaban hukum. DP3A juga memastikan akan memberikan pendampingan terhadap anak yang menjadi korban dalam video tersebut.









