Makassar, Wartana – Amirullah Nur menjadi kandidat pertama yang mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Akuatik Sulawesi Selatan. Prosesi pengembalian formulir tersebut berlangsung di Warkop Phoenam, Jalan Topaz, Kota Makassar, Senin (12/1/2026).
Amirullah Nur yang berlatar belakang pengusaha hadir didampingi sejumlah pengurus Akuatik tingkat kabupaten, di antaranya dari Kabupaten Soppeng dan Pangkep. Kehadirannya menandai dimulainya tahapan resmi penjaringan bakal calon Ketua Akuatik Sulsel.
Ketua Penjaringan Bakal Calon Ketua Akuatik Sulsel, Nadwi Syam, menyampaikan bahwa pengembalian formulir pendaftaran dibuka sejak 11 Januari hingga 13 Januari 2026.
“Alhamdulillah hari ini sudah ada satu calon yang mengembalikan formulir tepat pukul 12.30 (WITA) tanggal 12 Januari 2026,” kata Nadwi usai prosesi pengembalian formulir.
Ia menambahkan, panitia penjaringan masih akan menunggu bakal calon lain hingga batas akhir pendaftaran. Setelah itu, tahapan verifikasi berkas akan dilakukan.
“Nadwi mengungkap, pihaknya tetap akan menunggu pendaftar hingga tanggal 13 Januari. Setelah itu, katanya, mereka akan melakukan verifikasi berkas bakal calon pada tanggal 14 Januari 2026.
‘Tanggal 15 kita akan umumkan hasil verifikasi berkas,’ ujar Nadwi.”
Sementara itu, Wakil Ketua Penjaringan Bakal Calon Ketua Akuatik Sulsel, Thamrin Taba, menjelaskan bahwa setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan minimal enam pengurus Akuatik tingkat daerah agar dapat dicalonkan pada Musyawarah Daerah (Musda).
“Dan kita tidak akan melakukan perpanjangan pendaftaran. Jika sampai tanggal 13 Januari tidak ada lagi yang mengembalikan formulir, maka cuma satu saja yang kami proses untuk diverifikasi,” kata Thamrin.
Thamrin juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat 19 pengurus Akuatik kabupaten/kota yang memiliki hak suara dalam Musda Akuatik Sulsel mendatang.
Rencananya, Musyawarah Daerah Akuatik Sulsel akan digelar pada 17–18 Januari 2026 di Hotel Grand Asia, Makassar.
Di sisi lain, Amirullah Nur mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh pengurus Akuatik kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah sebetulnya sudah banyak yang memberi dukungan. Tapi sejauh ini, baru 11 pengurus Akuatik daerah yang memberikan rekomendasi. Kemungkinan masih akan menyusul,” kata Amirullah Nur. (*)









