Wali Kota Munafri: Cap Go Meh dan Ramadan, Momen Perkuat Toleransi di Makassar

Cap Go Meh dan Ramadan Berpadu, Munafri Tekankan Jaga Toleransi Sebagai Kekuatan Utama

MAKASSAR, Wartana.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman saat membuka Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026. Acara yang digelar di Jalan Sulawesi, perempatan Jalan Timor, Kota Makassar, Sabtu (28/2/2026) sore, ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan.

Munafri menekankan bahwa festival tahunan tersebut bukan hanya perayaan budaya semata, melainkan simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar. “Kegiatan ini telah menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi, di Kota Makassar,” ujar Munafri dalam sambutannya. Perpaduan dua perayaan sarat makna ini, menurutnya, mencerminkan harmonisasi kehidupan warga Makassar.

Lebih lanjut, Munafri menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival tahun ini mengusung tema “Harmony in Light”, sebuah gambaran indah antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan. “Tema ini mengandung pesan mendalam bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat dalam harmoni dan toleransi,” jelasnya. Ia menambahkan, cahaya lampion dan cahaya spiritual Ramadan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menghormati.

Pria yang akrab disapa Appi itu juga menegaskan bahwa Makassar telah lama dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. “Nilai-nilai inilah yang terus kita pelihara agar kota ini tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” tegasnya. Selain memperkuat citra budaya, Festival Jappa Jokka Cap Go Meh juga diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan industri kreatif.

Munafri mengapresiasi kerja keras Permabudhi, panitia, relawan, dan seluruh masyarakat yang terlibat. Ia berharap festival ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan dan menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah anugerah. “Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, kita dapat menjaga kedamaian serta membangun Kota Makassar menjadi kota yang maju, inklusif, dan harmonis,” pungkas Munafri, seraya mengajak semua pihak mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *