Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai lokasi sementara bagi DPRD Sulsel menjalankan aktivitas kedewanan. Usulan ini muncul setelah gedung DPRD Sulsel terbakar saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) dini hari.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menyebutkan kantor sementara yang akan ditempati berada di bagian belakang Dishub, sedangkan bagian depan tetap digunakan sebagaimana mestinya.
“Makanya Dishub Sulsel dijadikan kantor sementara. Sambil kita memikirkan anggarannya diambil darimana dengan kondisi keuangan yang sulit saat ini,” kata Jufri di Kantor BPN Sulsel, Selasa (2/9/2025).
Menurut Jufri, kondisi fiskal Pemprov tengah menipis seiring turunnya transfer dana pusat, yang pada 2026 diperkirakan hanya sekitar Rp600 triliun. Sementara, pembangunan kembali gedung DPRD membutuhkan anggaran besar.
Meski kantor terbakar, ia memastikan agenda DPRD tetap berjalan. “Minggu depan kita paripurna. Yang penting tidak lewat September, sesuai ketentuan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua IV DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo. Menurutnya, DPRD tetap konsisten menjalankan agenda, termasuk pembahasan APBD Perubahan.
“Insha Allah kejadian ini tidak akan menghambat agenda kami sebagai wakil rakyat,” ucap politisi PKB yang akrab disapa Uci.
Ia menyebut, sejumlah alternatif lokasi rapat sudah disiapkan, mulai dari Ruang Pola Kantor Gubernur, Baruga Asta Cita, hingga Hall Dishub Sulsel. Meski rapat bisa digelar daring, mayoritas anggota dewan lebih memilih tatap muka.Kantor DPRD Sulsel Terbakar, Dishub Diusulkan Jadi Lokasi Darurat











