BMBK Sulsel Perketat Kesiapan Jalur Mudik Lebaran 2026: Perbaikan Jalan hingga Posko Siaga

BMBK Sulsel Perketat Kesiapan Jalur Mudik Lebaran 2026: Perbaikan Jalan hingga Posko Siaga

MAKASSAR, Wartana.com – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Persiapan ini meliputi rekayasa lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan, dan pembentukan posko mudik di setiap wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh provinsi.

Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa perbaikan ruas jalan provinsi, terutama rehabilitasi mayor, difokuskan pada malam hari untuk meminimalkan dampak kemacetan. “Rekayasa lalu lintas biasanya dilakukan malam hari. Karena ada beberapa paving yang harus dikerok, kalau siang tidak bisa, pasti macet. Jadi malam baru kita lakukan, kemudian ditambal dan dilakukan overlay,” ujar Andi Ihsan pada Senin (16/3/2026). Pekerjaan ini merupakan bagian dari prioritas menjelang peningkatan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

Selain itu, BMBK juga memprioritaskan mitigasi potensi bencana di jalur mudik, khususnya pada ruas jalan yang rawan longsor. Andi Ihsan menyebutkan tiga ruas jalan provinsi di wilayah Toraja yang menjadi perhatian khusus karena sering terdampak longsor. “Untuk ruas provinsi ada tiga ruas yang sering terdampak longsor di daerah Toraja,” tambahnya. Sebagai upaya pencegahan, rambu peringatan akan dipasang di titik-titik rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, BMBK akan mendirikan posko mudik di setiap UPT di Sulawesi Selatan. Posko-posko ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan respons cepat terhadap segala insiden di jalan. “Dari dinas Bina Marga juga membuat posko mudik. Semua UPT yang ada di wilayah Sulsel harus membuat posko mudik untuk ruas-ruas yang menjadi tanggung jawabnya,” kata Andi Ihsan. Di setiap posko, BMBK menyiagakan alat berat seperti ekskavator, dump truck, dan front loader, khususnya tujuh unit untuk PRT bawah, guna menangani kejadian darurat seperti longsor atau kerusakan jalan yang dapat menghambat arus lalu lintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *