Jakarta, Wartana.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi fondasi perjanjian damai, pada Rabu (17/6). Penandatanganan bersejarah ini dilakukan secara terpisah oleh Presiden AS Donald Trump di Prancis dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Iran, menyiratkan harapan baru untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di berbagai front, termasuk di Lebanon dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
MoU yang terdiri dari 14 poin krusial ini mencakup kesepakatan untuk menghentikan seluruh operasi perang, yang selama ini turut melibatkan Lebanon selatan akibat keterlibatan milisi Hizbullah. Selain itu, kedua negara sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang ditutup Teheran pasca serangan pada 28 Februari. Proses pembukaan akan dimulai dengan pembersihan ranjau selama 30 hari, diikuti dengan jaminan perjalanan aman bagi kapal-kapal komersial. Washington juga berjanji untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap Teheran, serta menarik pasukannya dari wilayah sekitar Iran dalam 30 hari setelah perjanjian final disepakati.
Meskipun demikian, pertanyaan besar mengenai apakah perang telah berakhir sepenuhnya masih menggantung. Penandatanganan MoU ini hanyalah langkah awal; AS dan Iran masih akan melanjutkan perundingan selama 60 hari ke depan untuk merumuskan perjanjian akhir. Salah satu fokus utama dalam negosiasi ini adalah isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan. Dalam MoU, Iran telah menyetujui untuk tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir dan, menurut beberapa pejabat senior AS, berkomitmen untuk mengurangi kadar uranium yang telah diperkaya. Nasib material uranium ini disebut “akan ditangani” dalam perjanjian final.
Menjelang penandatanganan MoU, Presiden Trump sempat melontarkan peringatan keras. “Ini adalah nota kesepahaman. Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka. Saya tidak suka jika mereka tidak berperilaku baik. Kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka (jika mereka macam-macam),” ujar Trump dalam pertemuan puncak G7 di Évian-les-Bains. Sementara itu, Presiden Pezeshkian melalui akun media sosial X pada Kamis menyatakan komitmennya, menyebut MoU AS-Iran sebagai “dokumen bersejarah” dan “pesan dari Iran yang kuat, bahwa perdamaian akan tercapai di bawah naungan rasa saling menghormati.”









