Bandung, Wartana.com – Tim Young Stars sukses mendominasi ajang PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Stars Chess Tournament yang berakhir Selasa (31/3/2026) di Hotel Mewangi, Bandung. International Master (IM) Nayaka Budhidarma dari tim Young Stars berhasil keluar sebagai juara pertama, menandai kemajuan signifikan dalam regenerasi catur Indonesia.
Turnamen yang mempertemukan 12 pemain senior dan 12 pemain junior ini diselenggarakan secara head to head dalam 12 babak. Secara keseluruhan, tim Young Stars unggul dengan catatan 6 kemenangan, 3 hasil seri, dan 3 kekalahan. IM Nayaka Budhidarma (rating 2351) menunjukkan performa gemilang dengan mengumpulkan 10,5 poin dari 12 babak, hasil dari 10 kemenangan, 1 seri, dan hanya 1 kekalahan dari pecatur senior FM Hamdani Rudin (rating 2297) di babak ke-12.
Pelatih Nayaka di tim Pelatnas The Dream Team Reborn, GM Susanto Megaranto, mengapresiasi perkembangan anak didiknya. “Nayaka belakangan ini semakin matang. Ia bermain lebih sabar, tidak mau cepat menang, sehingga langkah-langkahnya semakin terarah dan fokus,” ujar Susanto.
Peringkat kedua turnamen diraih oleh Woman International Master (WIM) Shafira Devi Hafesa (rating 2237) dengan 9,5 poin, diikuti oleh FIDE Master (FM) Fabian Glen Mariano (rating 2438) di posisi ketiga dengan poin yang sama. Sementara di kategori tim Senior, FM Hamdani Rudin (rating 2297) menjadi yang terbaik dengan 7 poin, disusul oleh FM Syarif Mahmud (rating 2178) dan IM Muhammad Ivan Situru (rating 2189) yang sama-sama mengumpulkan 7 poin. Para juara di kategori senior ini dipastikan akan mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia senior di Vrnjacka Banja, Serbia.
Wakil Sekretaris Jenderal PB PERCASI, Nanang Pujalaksana, yang menutup secara resmi turnamen ini, menyampaikan optimisme terhadap masa depan catur nasional. “Dari turnamen ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan PB PERCASI sudah di track yang benar. Karena tim Young Stars yang terdiri dari para pemain Pelatnas The Dream Team sudah bisa mengungguli para seniornya,” kata Nanang.
Ia menambahkan, turnamen ini menjadi cerminan nyata proses regenerasi dalam catur Indonesia. Para pecatur muda tidak hanya menimba ilmu dari para senior, tetapi juga mampu mengimbanginya bahkan mengalahkan mereka. Sebaliknya, para senior turut menunjukkan bahwa pengalaman adalah aset berharga yang tidak mudah tergantikan, memberikan pelajaran berharga bagi generasi penerus.









