Jakarta, Wartana.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) XXX Tahun 2026 pada Sabtu, 11 April 2026, di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick Thohir menyerukan pentingnya bagi PB Percasi untuk tidak hanya fokus pada pencetakan prestasi atlet, melainkan juga mengembangkan catur sebagai bagian dari industri olahraga dan pariwisata olahraga di Tanah Air.
Erick Thohir menjelaskan bahwa catur memiliki fundamental yang kuat dengan tingkat minat yang tinggi hingga ke pelosok daerah. “Fundamental catur ini banyak diminati hingga ke kampung-kampung. Fakta tersebut memiliki peluang catur menjadi sports industry di samping sports tourism. Tentu utamanya mencetak dan melahirkan prestasi membanggakan untuk Indonesia,” ujar Menpora Erick dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Erick menyoroti potensi ekonomi besar dari sektor olahraga, mencontohkan industri olahraga di Amerika Serikat yang kini bernilai sekitar 525 miliar dolar AS. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus terjadi melalui kombinasi belanja pemerintah, investasi sektor swasta, dan daya beli masyarakat. Selain itu, Menpora juga menjelaskan bahwa catur bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga instrumen penting dalam pendidikan karakter bangsa melalui pengembangan strategi, kedisiplinan tinggi, dan kesabaran.
Pemerintah, melalui Kemenpora, berkomitmen mendorong transformasi besar-besaran, termasuk dalam pengelolaan anggaran yang terbatas untuk program yang tepat sasaran. “Kami dari pemerintah dengan segala keterbatasan kami juga mendorong adanya transformasi. Seperti di Kemenpora, kita juga dorong bertransformasi besar-besaran, karena dengan minim anggaran ini kita harus membuat program yang tepat sasaran,” ungkap Erick. Ia menambahkan, pembagian pelatnas menjadi tiga kategori—atlet elite, atlet tengah, dan atlet muda—adalah bagian dari transformasi untuk memastikan regenerasi atlet.
Sementara itu, Ketua Umum PB Percasi, Grand Master (GM) Utut Adianto, menyatakan bahwa Munas kali ini dihadiri oleh 33 dari 37 perwakilan provinsi seluruh Indonesia. Agenda utama Munas adalah pemilihan ketua umum yang baru sebagai bagian dari regenerasi, serta menyongsong konsep digitalisasi untuk memperluas jangkauan permainan catur, khususnya di lingkungan sekolah.
Turut hadir, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyampaikan harapannya. Ia berharap siapapun yang terpilih sebagai ketua umum PB Percasi dapat melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh GM Utut Adianto, serta mampu melahirkan GM-GM baru yang berprestasi di kancah dunia.









