Tomohon, Wartana – Garis keturunan besar marga Wehantouw yang telah berdiaspora di berbagai penjuru Nusantara kembali menyatukan langkah dalam perhelatan bertajuk Perayaan Natal 2025 dan Silaturahmi Keluarga. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini digelar pada Sabtu (27/12/2025) di kediaman bersejarah peninggalan almarhum Prof. Dr. Onde Jimmy Wehantouw, MS, Kelurahan Woloan II, Kecamatan Tomohon Barat, Sulawesi Utara.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah syukur Natal yang dipimpin oleh Pdt. Jultje Wehantouw, M.Th. Suasana kekeluargaan terasa kental dengan kehadiran para keturunan marga Wehantouw lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga para lansia, yang datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Makassar, Gorontalo, Manado, serta sejumlah wilayah di Tomohon, Tondano, Langowan, dan daerah penyangga lainnya di Sulawesi Utara.
Dalam khotbahnya, Pdt. Jultje Wehantouw yang juga menjabat Ketua Jemaat GMIM Langowan menegaskan makna Natal sebagai peristiwa kasih Allah yang kekal dan melampaui batas ruang serta waktu.
“Sang Kristus adalah sahabat sejati yang hadir menerangi gulitanya dunia dan membawa penebusan bagi jiwa yang rapuh. Ia adalah penghibur kala duka melanda dan penopang beban hidup yang berat. Mari kita satukan frekuensi hati dalam penyembahan kepada Allah yang telah menyatakan kemuliaan-Nya melalui kehadiran Sang Immanuel,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Pdt. Jultje juga membagikan kisah personal tentang identitas dirinya sebagai bagian dari silsilah keluarga Wehantouw melalui jalur sang ibunda, almarhumah Engelien Wehantouw, yang memiliki akar kuat di Woloan, Tomohon, hingga Jakarta.
Prosesi ibadah semakin bermakna dengan penyalaan lilin Natal oleh para sesepuh dan perwakilan keluarga, di antaranya Ibu Sartje Kalesaran (87), Ibu Gerda Wehantouw, Ibu Jeane M. Kures, Ibu Irene Kumeang, Bapak Levi Ngala, Bapak Donald Wehantouw, serta Ibu Fidelia Supit yang masing-masing mewakili wilayah domisili mereka.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dan silaturahmi. Didi Kalesaran mewakili rukun keluarga Wehantouw Woloan II, disusul Adelien Wehantouw selaku tuan rumah, serta sambutan Lurah Woloan II, Jeane M. Kures, SE. Kegiatan kemudian diisi dengan perkenalan keluarga secara bergantian, di mana setiap perwakilan memaparkan sejarah silsilah masing-masing.
Dalam sambutannya, Lurah Woloan II Jeane M. Kures menyampaikan apresiasi atas inisiatif rukun keluarga Wehantouw yang dinilainya mampu menjadi magnet pemersatu para perantau.
“Pemerintah Kelurahan Woloan II sangat menghargai ikhtiar ini. Momentum kolektif seperti ini harus bertransformasi menjadi agenda rutin guna menjembatani komunikasi antarkeluarga Wehantouw yang kini tersebar luas, bahkan hingga ke mancanegara, agar jalinan emosional tetap terjaga erat,” tegas Jeane.
Ia menambahkan, besarnya populasi keturunan Wehantouw perlu diimbangi dengan upaya menjaga identitas dan ikatan persaudaraan, khususnya bagi generasi muda.
“Kami dari pihak otoritas wilayah akan senantiasa menyokong aktivitas positif Rukun Wehantouw. Sejarah mencatat rukun ini sempat sangat dinamis di masa lampau sebelum mengalami masa vakum. Kiranya nyala semangat yang diawali dari Natal ini menjadi motor penggerak agar kejayaan keluarga Wehantouw terus diwariskan kepada anak cucu,” pungkasnya.
Sementara itu, Herry Kalesaran selaku juru bicara panitia menjelaskan bahwa pertemuan ini memiliki tujuan strategis, yakni penyusunan buku silsilah keluarga Wehantouw secara komprehensif serta rencana pelaksanaan Reuni Akbar pada Desember 2026 yang ditargetkan dihadiri seluruh keturunan Wehantouw dari berbagai belahan dunia.
James Wehantouw, salah satu inisiator kegiatan yang datang dari Makassar, mengenang bahwa Reuni Akbar keluarga Wehantouw pernah sukses digelar puluhan tahun lalu atas dedikasi Jimmy Wehantouw, Jopie Kalesaran, dan Johanes Supit Wehantouw. Namun, setelah kepergian para tokoh tersebut, tradisi besar itu belum kembali terlaksana.
“Melalui rintisan pertemuan sejak Oktober 2025 dan puncaknya pada Natal kali ini, kami berharap estafet kekeluargaan ini terus berlanjut secara periodik. Kami juga telah menginisiasi grup diskusi digital (whatsapp) sebagai jembatan komunikasi real-time bagi seluruh anggota keluarga di mana pun mereka berada,” tutup James.
Perayaan Natal keluarga besar Wehantouw ditutup dengan penyerahan bingkisan Natal kepada para lansia serta sesi foto bersama seluruh keluarga yang hadir, dengan latar keindahan alam Gunung Lokon yang tampak dari sekitar lokasi acara.









