Jakarta, Wartana.com – Ketua Umum Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai langkah antisipasi, Palang Merah Indonesia (PMI) telah menyiapkan sekitar 200 unit mobil tangki air untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (21/06/2026).
Menurutnya, prediksi meningkatnya suhu dan berkurangnya curah hujan akibat El Nino dapat menimbulkan persoalan serius bagi masyarakat, terutama di daerah yang rentan mengalami kekeringan. Karena itu, PMI mulai memperkuat langkah-langkah mitigasi agar dampak yang ditimbulkan tidak berkembang menjadi krisis kemanusiaan.
“Kita akan menggerakkan sekitar 200 mobil tangki untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan. PMI harus hadir untuk mengurangi kesulitan masyarakat sebelum masalah menjadi lebih besar,” ujarnya.
Selain isu kekeringan, Jusuf Kalla juga menyoroti tingginya angka kebakaran permukiman yang masih sering terjadi, khususnya di wilayah perkotaan. Menurutnya, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh masalah instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.
Ia menyebut sekitar 90 persen kejadian kebakaran berasal dari gangguan atau penggunaan instalasi listrik yang kurang layak, sehingga diperlukan langkah pencegahan yang lebih masif.
Sebagai upaya mitigasi, PMI berencana menggandeng pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik di kawasan padat penduduk. Program tersebut juga akan melibatkan mahasiswa teknik elektro bersama relawan PMI untuk memberikan edukasi sekaligus pemeriksaan langsung kepada masyarakat.
“Kebakaran lebih baik dicegah daripada ditangani setelah terjadi. Banyak korban kebakaran berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu sehingga dampaknya sangat berat bagi kehidupan mereka,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla turut memberikan apresiasi kepada para pendonor darah, organisasi, perusahaan, dan berbagai institusi yang selama ini konsisten mendukung kegiatan donor darah serta program kemanusiaan PMI.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menggantikan fungsi darah manusia secara sempurna. Oleh karena itu, kebutuhan darah bagi pasien hanya dapat dipenuhi melalui donor dari sesama manusia.
“Manusia tidak mampu membuat darah buatan. Ketika ada pasien yang membutuhkan transfusi darah, maka satu-satunya sumber adalah donor dari sesama manusia,” ujarnya.
Menurut JK, donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan yang paling nyata karena seseorang rela memberikan bagian penting dari tubuhnya demi menyelamatkan nyawa orang lain.
Ia kembali menegaskan bahwa tugas utama PMI bukan hanya merespons bencana dan keadaan darurat, tetapi juga melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penderitaan masyarakat.
“Pencegahan adalah bagian penting dari kerja kemanusiaan. PMI harus hadir untuk mengurangi kesulitan masyarakat dan mencegah kesulitan itu terjadi,” tegasnya.
Pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 tersebut, PMI juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah individu, organisasi, perusahaan, dan institusi yang dinilai berkontribusi aktif dalam mendukung gerakan donor darah dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.









