Candi Borobudur bukan sekadar bangunan megah, tapi simbol kebijaksanaan dan spiritualitas yang menjulang dari jantung Jawa Tengah. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur menyimpan 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha yang menggambarkan ajaran hidup menuju pencerahan.
Dibangun sekitar abad ke-8 oleh wangsa Syailendra, monumen ini tak hanya menjadi tempat ziarah umat Buddha, tetapi juga magnet wisata dunia. Dari teras demi terasnya, pengunjung diajak menapaki perjalanan jiwa melintasi alam duniawi menuju kebijaksanaan abadi. Apakah kamu siap menyusuri mahakarya yang pernah hilang dan kini berdiri kembali sebagai kebanggaan Indonesia?
Konsep Bangunan Candi Borobudur
Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Jika dilihat dari luar hingga ke dalam, Borobudur terbagi menjadi dua bagian yaitu alam dunia yang terbagi menjadi tiga zona di bagian luar, dan alam Nirwana di bagian pusat.
Zona 1 (Kamadhatu)
Merupakan alam dunia yang terlihat dan dialami oleh manusia sekarang. Kamadhatu terdiri dari 160 relief yang menggambarkan Karmawibhangga Sutra, yaitu hukum sebab-akibat. Relief tersebut menggambarkan sifat dan nafsu manusia, seperti merampok, membunuh, memperkosa, penyiksaan, dan fitnah.
Tudung penutup pada bagian dasar telah dibuka secara permanen agar pengunjung dapat melihat relief yang tersembunyi di bagian bawah. Koleksi foto seluruh 160 foto relief dapat dilihat di Museum Candi Borobudur yang terdapat di Borobudur Archaeological Park.
Zona 2 (Rupadhatu)
Merupakan alam peralihan, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia. Rupadhatu terdiri dari galeri ukiran relief batu dan patung Buddha. Secara keseluruhan ada 328 patung Buddha yang juga memiliki hiasan relief pada ukirannya.
Menurut manuskrip Sansekerta, bagian ini terdiri dari 1300 relief yang berupa Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka, dan Awadana. Seluruhnya membentang sejauh 2,5 km dengan 1212 panel.
Zona 3 (Arupadhatu)
Merupakan alam tertinggi, rumah Tuhan. Tiga serambi berbentuk lingkaran mengarah ke kubah di bagian pusat atau stupa yang menggambarkan kebangkitan dari dunia. Pada bagian ini tidak ada ornamen maupun hiasan, yang berarti menggambarkan kemurnian tertinggi.
Serambi pada bagian ini terdiri dari stupa berbentuk lingkaran yang berlubang, lonceng terbalik, berisi patung Buddha yang mengarah ke bagian luar candi. Terdapat 72 stupa secara keseluruhan. Stupa terbesar yang berada di tengah tidak setinggi versi aslinya yang memiliki tinggi 42 meter di atas tanah dengan diameter 9,9 meter. Berbeda dengan stupa yang mengelilinginya, stupa pusat kosong dan menimbulkan perdebatan bahwa sebenarnya terdapat isi namun juga ada yang berpendapat bahwa stupa tersebut memang kosong.
Fakta Unik Candi Borobudur
Selain sejarah dan perayaan Waisak yang menarik perhatian internasional, Candi Borobudur memiliki fakta unik lain yang menarik. Salah satunya adalah:
- Candi Borobudur memiliki 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha, menjadikannya memiliki jumlah relief Buddha terbanyak dan terlengkap di dunia.
- Terjadi banyak pencurian arca Buddha di mana kepala arca asli dicuri dan dijual di pasar barang antik, kolektor, dan pasar ilegal. Banyak arca Buddha yang ditemukan tanpa kepala.
- Pada tahun 1985, Candi mengalami aksi pemboman. Terdapat 13 bom yang ditempatkan di beberapa stupa kecil dan 9 dari 13 bom meledak, merusak ratusan balok batu stupa.
- Pemerintah Hindia Belanda pernah memberikan artefak candi yang berharga ke Thailand dan Inggris.
- Ketika Candi Borobudur pertama kali ditemukan, pemerintah Hindia Belanda mendirikan warung kopi di puncak stupa.
Tips Berkunjung ke Candi Borobudur
Berikut adalah beberapa tips untuk berkunjung ke Candi Borobudur:
- Datanglah pagi-pagi sekali saat udara masih segar, karena suhu bisa sangat panas terutama saat siang hari.
- Jangan datang pada hari Senin, karena pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke halaman candi pada hari tersebut.
- Belilah tiket masuk terlebih dahulu secara online atau di loket tiket resmi, jangan membeli dari calo karena harga bisa jadi lebih mahal.
- Kenakan pakaian yang sopan dan nyaman, karena Candi adalah tempat suci yang harus dihormati.
- Jangan lupa membawa topi atau payung, kacamata hitam, dan sunblock karena terik matahari bisa sangat terasa.
- Ikuti petunjuk arah dengan seksama dan jangan melanggar aturan yang ada di area candi.
- Bawalah air minum dan makanan ringan, karena tidak banyak toko atau warung makan di sekitar candi.
- Jangan merusak atau memindahkan benda-benda di dalam candi, seperti arca atau batu-batu.
- Jangan lupa untuk mengambil foto dan menikmati keindahan Candi dengan tenang dan santai.
- Jika ingin tahu lebih banyak tentang sejarah dan arti dari Candi Borobudur, disarankan untuk mengikuti tur dengan pemandu lokal yang berlisensi.
Penutup
Dalam banyak hal, Candi Borobudur telah menjadi simbol penting dari keagungan peradaban masa lalu Indonesia dan kekayaan budayanya yang luar biasa, dan menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung dari seluruh dunia yang ingin merasakan keajaiban dan keindahan warisan budaya Nusantara yang tak ternilai harganya.











