Nigeria, Wartana.com – Presiden Nigeria, Bola Ahmed Tinubu, telah memerintahkan pengerahan pasukan militer tambahan ke wilayah utara negara itu menyusul insiden penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 170 warga sipil. Peristiwa tragis ini dilaporkan terjadi akibat serangan kelompok bersenjata tak dikenal, memicu respons cepat dari pemerintah federal untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.
Insiden brutal tersebut dilaporkan terjadi di beberapa desa terpencil di Negara Bagian Plateau dan Kaduna dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Kelompok bersenjata yang diduga ekstremis menyerbu permukiman warga, menembaki penduduk tanpa pandang bulu dan membakar rumah-rumah mereka. Korban tewas mencakup perempuan dan anak-anak, menambah daftar panjang kekerasan yang telah melanda wilayah tersebut selama bertahun-tahun.
Juru Bicara Angkatan Darat Nigeria, Mayor Jenderal Tukur Yusuf, menyatakan bahwa pasukan khusus telah dikerahkan dengan mandat penuh untuk memburu pelaku dan mengembalikan rasa aman bagi masyarakat. “Kami tidak akan mentolerir tindakan biadab semacam ini. Presiden telah memberikan instruksi tegas untuk memastikan keadilan ditegakkan dan para pelaku kejahatan ini diburu hingga ke akar-akarnya,” ujar Mayor Jenderal Yusuf dalam konferensi pers di Abuja. Ia menambahkan bahwa operasi militer akan fokus pada pembersihan sarang-sarang ekstremis dan pembangunan kembali kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Pembantaian ini menyoroti tantangan keamanan serius yang terus dihadapi Nigeria, khususnya di wilayah utara dan tengah. Berbagai kelompok bersenjata, termasuk Boko Haram, Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP), serta kelompok bandit dan konflik antara petani dan peternak, telah menyebabkan ribuan kematian dan jutaan pengungsi internal selama lebih dari satu dekade. Presiden Tinubu sebelumnya telah berjanji untuk menjadikan penanganan isu keamanan sebagai prioritas utama pemerintahannya sejak menjabat.









