Jakarta, Wartana.com – Putri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Ju Ae, disebut-sebut bakal diumumkan sebagai penerus sah ayahnya pada kongres partai bulan ini. Dugaan ini menguat setelah Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan melaporkan kemungkinan besar Kim Ju Ae akan dikukuhkan sebagai suksesor dalam waktu dekat.
Penilaian intelijen terkini dari NIS menunjukkan adanya tanda-tanda yang signifikan. Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong Kweun, kepada wartawan pada Kamis (12/2), menyatakan, “Karena Kim Ju Ae telah menunjukkan kehadirannya di berbagai acara, termasuk saat peringatan hari jadi Tentara Rakyat Korea dan kunjungannya ke Istana Matahari Kumsusan, serta telah terdeteksi tanda-tanda bahwa ia menyuarakan pendapatnya mengenai kebijakan negara tertentu, NIS percaya ia sekarang sudah memasuki tahap penunjukan sebagai penerus.”
Intelijen Korea Selatan meyakini Kim Ju Ae lahir sekitar tahun 2013, yang berarti ia kemungkinan berusia antara 12 hingga 14 tahun saat ini. Ia pertama kali tampil di hadapan publik pada November 2022, menemani ayahnya saat mengunjungi lokasi peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Sejak penampilan perdananya itu, Kim Ju Ae secara konsisten menemani Kim Jong Un dalam berbagai inspeksi ke lokasi-lokasi militer dan ekonomi penting di seluruh negeri.
Dugaan suksesi Kim Ju Ae semakin menguat setelah media pemerintah Korea Utara mulai merujuknya sebagai ‘tokoh pembimbing hebat’ (Hyangdo), sebuah istilah yang biasanya hanya diperuntukkan bagi pemimpin tertinggi dan penerusnya, dari sebelumnya hanya disebut ‘anak kesayangan’. Spekulasi ini semakin kencang ketika Kim Ju Ae turut hadir dalam parade militer Hari Kemenangan China pada September 2025. Lim Eul Chul, seorang profesor studi Korea Utara di Universitas Kyungnam, Korea Selatan, menjelaskan, “Tindakan membawa putrinya ke hadapan publik menunjukkan bahwa Kim Jong Un bermaksud untuk memperkenalkan Kim Ju Ae ke panggung internasional guna mengembangkan kemampuan diplomatiknya.” Kim Jong Un sendiri juga pernah dibawa menemani ayahnya saat perjalanan ke luar negeri, dan diyakini ditunjuk sebagai penerus Kim Jong Il sejak berusia delapan tahun.
Meskipun banyak yang meyakini Kim Ju Ae sebagai suksesor, sejumlah pengamat juga berpendapat bahwa ia tak mungkin memerintah Korea Utara mengingat belum pernah ada sejarah pemimpin perempuan di negara tersebut. Selain itu, muncul pertanyaan seputar anak-anak Kim Jong Un lainnya. Pada tahun 2017, NIS menginformasikan kepada anggota parlemen bahwa Kim Jong Un memiliki tiga anak: seorang putra yang lahir sekitar tahun 2010, seorang putri (kemungkinan Kim Ju Ae) yang lahir sekitar tahun 2013, dan seorang anak bungsu yang lahir pada tahun 2017. Namun, Korea Utara belum pernah memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas mereka, kecuali kesaksian mantan bintang NBA Dennis Rodman pada tahun 2013.









