Jakarta, Wartana.com – Militer Israel mengeklaim pasukannya telah membunuh komandan Jihad Islam Palestina, Adham Adnan Al Othman, dalam serangan udara yang menargetkan Beirut, Lebanon, pada Senin (2/3).
Konfirmasi kematian Al Othman ini disampaikan oleh militer Israel setelah sebelumnya Brigade Quds, sayap militer Jihad Islam, mengumumkan kepergiannya pada malam sebelumnya. Al Othman disebut-sebut sebagai figur penting yang bertanggung jawab atas perencanaan serangan terhadap Israel dan aktif dalam melatih anggota, merekrut, serta mendapatkan senjata untuk kelompok tersebut di Lebanon.
Juru bicara militer Israel, Letkol David Ben-Ari, dalam sebuah pernyataan resmi, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melumpuhkan kapasitas teror di wilayah tersebut. “Al Othman merupakan ancaman signifikan bagi keamanan Israel. Operasi ini adalah respons tegas terhadap aktivitas teroris yang terus-menerus dilakukan dari wilayah Lebanon,” ujarnya.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Israel dan Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Israel melancarkan serangkaian gempuran udara setelah menuding milisi Hizbullah melakukan serangan terlebih dahulu. Hizbullah, yang berbasis di Lebanon, menyatakan aksi mereka sebagai bentuk solidaritas menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan Amerika Serikat-Israel di Iran pada Sabtu sebelumnya.
Balasan Israel atas serangan Hizbullah dilaporkan menyebabkan 52 orang tewas dan 154 lainnya luka-luka di Lebanon. Unit Manajemen Bencana pemerintah Lebanon mencatat adanya 221 serangan udara yang dilancarkan pesawat tempur Israel sejak Senin pagi. Insiden ini kian memperburuk kondisi negara yang telah lama menghadapi kesulitan ekonomi, serta berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata yang sempat tercapai antara Israel dan Hizbullah pada November 2024, namun kerap dilanggar.









