Hukuman Berat IDF untuk Tentara yang Nodai Patung Bunda Maria di Lebanon

Israel Penjara Tentara IDF yang Jejali Rokok ke Patung Bunda Maria
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjatuhkan hukuman penjara ke tentara usai menjejali sebatang rokok ke patung Bunda Maria di Desa Debel, Lebanon Selatan. (Foto: AFP/JACK GUEZ)

Jakarta, Wartana.com – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjatuhkan hukuman penjara kepada dua tentaranya setelah mereka terlibat dalam insiden penodaan patung Bunda Maria di Desa Debel, Lebanon Selatan. Peristiwa ini, yang menunjukkan seorang tentara menjejali sebatang rokok ke patung tersebut, telah memicu kritik tajam setelah fotonya beredar luas di media sosial pekan lalu.

IDF mengonfirmasi hukuman bagi tentara yang berada dalam foto tersebut selama tiga pekan penjara, sementara rekannya yang berperan sebagai fotografer dihukum selama dua pekan. Keputusan ini diambil menyusul penyelidikan internal yang dilakukan oleh militer Israel.

“Kami memandang dengan serius insiden tersebut dan menghormati kebebasan beragama dan beribadah, serta tempat suci dan simbol keagamaan dari semua agama dan komunitas,” demikian pernyataan resmi IDF pada Senin (11/5), yang dikutip dari Times of Israel. IDF juga menambahkan bahwa prosedur mengenai perilaku terhadap lembaga-lembaga keagamaan secara rutin dijelaskan kepada pasukannya sebelum memasuki area yang bersangkutan.

Penyelidikan internal militer Israel memastikan bahwa insiden tersebut terjadi di Desa Debel, Lebanon Selatan. Komandan Divisi ke-162, Brigjen Sagiv Dahan, merupakan pihak yang memutuskan hukuman penjara bagi kedua tentara yang terlibat dalam aksi tersebut.

Insiden ini bukan kali pertama tindakan penodaan simbol keagamaan dilaporkan terjadi di wilayah tersebut oleh pasukan Israel. Sebelumnya, pada April lalu, pasukan Zionis juga dilaporkan menghancurkan patung Yesus di Desa Debel, sebuah permukiman yang mayoritas dihuni komunitas Kristen di Lebanon. Serangkaian kejadian ini berlangsung di tengah gempuran Israel yang intensif terhadap Lebanon, yang telah memaksa banyak warga di bagian selatan mengungsi, meskipun warga di Debel tidak diusir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *