Jakarta, Wartana.com – Israel telah mengonfirmasi pembebasan dua aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla, Saif Abukeshek (warga Palestina-Spanyol) dan Thiago de Avila (warga Brasil), yang sebelumnya ditahan. Keduanya dijadwalkan akan dibebaskan pada Sabtu waktu setempat, setelah insiden penyerangan kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Informasi mengenai pembebasan Abukeshek dan Avila disampaikan oleh kelompok hak asasi manusia Adalah, yang berbasis di Israel dan mewakili kedua individu tersebut. Adalah melaporkan bahwa badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, telah memberi tahu tim hukum mereka tentang keputusan pembebasan tersebut. Setelah dibebaskan, keduanya akan diserahkan kepada otoritas imigrasi, tempat mereka akan tetap ditahan hingga dideportasi.
Kedua aktivis ini ditangkap pada 30 April lalu, ketika pasukan Israel menyerang kapal Global Sumud Flotilla di dekat pulau Yunani Kreta, sekitar 600 mil laut dari Jalur Gaza. Kapal tersebut berlayar mengangkut aktivis dari berbagai negara yang hendak membawa bantuan kemanusiaan untuk disalurkan kepada penduduk Gaza yang mengalami blokade.
Seorang juru bicara dari Adalah, Maya Ramah, menyatakan, “Pembebasan ini adalah langkah awal yang kami sambut baik, namun kami tetap prihatin dengan penahanan aktivis kemanusiaan yang berusaha memberikan bantuan. Blokade dan kondisi kemanusiaan di Gaza harus menjadi perhatian utama komunitas internasional.” Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang menyebabkan krisis kemanusiaan bagi sekitar 2,4 juta penduduk sipil.
Konflik yang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023 telah memperparah kondisi kemanusiaan, dengan data terakhir menunjukkan lebih dari 72 ribu korban jiwa dan 172 ribu luka-luka, serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas di wilayah tersebut.









