Trump Nyatakan Perundingan AS-Iran Berlanjut, Gencatan Senjata Tegas Berakhir

Trump: AS-Iran Berunding Lagi, Tapi Tegaskan Gencatan Senjata Berakhir
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS-Iran sepakat untuk berunding kembali, namun menegaskan bahwa gencatan senjata telah berakhir. (REUTERS/Stoyan Nenov)

Jakarta, Wartana.com

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan perundingan. Namun, ia secara tegas menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir. Pernyataan ini muncul pada hari yang relatif tenang setelah letusan konflik anyar yang berlangsung selama sepekan terakhir antara Washington dan Teheran.

Komentar Trump disampaikan melalui unggahannya di Truth Social, yang menyebutkan, “Iran telah meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami sepakat untuk melakukan hal tersebut. Namun, AS menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa gencatan senjata telah berakhir.” Meskipun demikian, Kementerian Luar Negeri Iran segera membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa pihaknya hanya setuju untuk menjadi tuan rumah bagi mediator Qatar di Iran, bukan secara langsung meminta perbincangan dengan Amerika Serikat.

Mediator dari Qatar dilaporkan telah bertemu dengan para pejabat Iran pada Jumat (10/7) dalam upaya meredakan ketegangan dengan AS dan membahas navigasi aman melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran vital. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqhchi, juga direncanakan akan mengunjungi Oman untuk membahas pengaturan jalur aman kapal melalui selat tersebut. Seorang diplomat senior yang terlibat dalam perundingan regional, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, “Semua pihak menyadari pentingnya deeskalasi, dan upaya mediasi ini adalah langkah krusial untuk menemukan titik temu di tengah retorika yang kian menajam.”

Amerika Serikat sendiri menuntut Iran untuk menghentikan serangan ke kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz dan memastikan semua jalur pelayaran terbuka tanpa biaya. “Yang kami tuntut adalah agar Iran mengeluarkan pernyataan publik yang mengakui bahwa semua jalur Selat Hormuz terbuka dan mereka tidak lagi menembaki kapal. Mereka harus memberikan pernyataan itu kepada kami,” ujar seorang pejabat AS. Ketegangan antara kedua negara memuncak setelah AS menuduh Iran menyerang tiga kapal tanker, yang kemudian dibalas AS dengan serangan ke situs-situs militer Iran. Aksi saling balas ini berlanjut hingga Iran menyerang aset-aset AS di kawasan Timur Tengah, mengakibatkan setidaknya 17 orang tewas dan 115 orang terluka dalam serangan AS di enam kota Iran pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *