RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT, Percepat Pemulangan Pasien Terlantar Secara Humanis

RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT, Percepat Pemulangan Pasien Terlantar Secara Humanis

Makassar, Wartana.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar resmi meluncurkan inovasi GELIAT (Gerakan Empati Layanan Integrasi Aktif Terpadu) pada Kamis (16/7/2025). Program ini bertujuan mempercepat penanganan dan pemulangan pasien terlantar, termasuk yang tidak memiliki identitas jelas, setelah mereka dinyatakan sembuh secara medis. Inovasi ini digagas untuk mengatasi kendala administratif yang kerap menahan pasien lebih lama di rumah sakit, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan kesehatan.

Direktur RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, menjelaskan bahwa GELIAT lahir dari tantangan berulang yang selama ini dihadapi rumah sakit. “Selama ini setiap ada warga terlantar ditemukan di jalan tanpa identitas, hampir pasti dibawa ke RSUD Daya untuk mendapatkan pelayanan medis,” ujar dr. Any. Ia menambahkan, kendala utama muncul ketika pasien telah dinyatakan sembuh, namun proses pemulangan terhambat karena ketidakjelasan identitas maupun keluarga. “Dokter sudah menyatakan pasien boleh pulang, tetapi karena administrasi dan identitas belum jelas, pasien harus tetap tinggal beberapa hari lagi di rumah sakit,” tambahnya.

Melalui program GELIAT, RSUD Daya membangun koordinasi lintas sektor yang erat dengan Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pemerintah kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini memungkinkan penelusuran identitas pasien terlantar dilakukan lebih cepat melalui pemeriksaan biometrik. Dr. Any mencontohkan kasus seorang pasien yang ditemukan di jalan dalam kondisi diare. Setelah dinyatakan sembuh, pasien tersebut hanya mengaku tinggal di kawasan Cenderawasih tanpa mengetahui alamat lengkapnya. Dengan koordinasi lintas sektor, Disdukcapil berhasil menemukan identitas dan alamat pasien melalui pengecekan biometrik, sehingga pasien dapat segera diantar pulang ke rumahnya.

Inovasi GELIAT tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan humanis, tetapi juga berdampak signifikan terhadap efisiensi operasional rumah sakit. Pasien yang tertahan setelah sembuh menimbulkan beban biaya operasional, termasuk konsumsi, yang tidak dapat diklaim melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Selain itu, tempat tidur yang seharusnya dapat digunakan pasien lain menjadi terisi. “Melalui GELIAT, proses pemulangan menjadi lebih cepat sehingga tempat tidur bisa segera dimanfaatkan pasien lain yang membutuhkan pelayanan,” jelas dr. Any. RSUD Daya, sebagai rumah sakit tipe B dengan kapasitas 270 tempat tidur, terus memperkuat fasilitasnya, termasuk layanan radiologi modern seperti USG, X-Ray, dan CT Scan, serta persiapan layanan Cathlab yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan.

Dr. Any menegaskan komitmen RSUD Daya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, inklusif, dan berkualitas tanpa membedakan jenis pembiayaan pasien. Rumah sakit ini juga tetap menerima pasien tanpa identitas atau terlantar, bahkan yang berasal dari luar Kota Makassar, berkat dukungan skema Jamkesda dari Pemerintah Kota Makassar. Implementasi GELIAT, yang dimulai pada bulan ini, ke depan akan didukung dengan pengembangan aplikasi berbasis web untuk mempercepat dan mempermudah koordinasi antarinstansi. Pada kesempatan yang sama, RSUD Daya juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan pelayanan publik yang diterima dari Ombudsman Republik Indonesia, yang menurut dr. Any merupakan cerminan komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam menjalankan standar pelayanan sesuai ketentuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *