Maros, Wartana – Peringatan Hari Kartini di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, dimaknai berbeda oleh Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Maros. Momentum ini dimanfaatkan untuk menguatkan komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan.
Mengambil inspirasi dari perjuangan Raden Ajeng Kartini, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Sosial.
Dalam penyampaiannya, Koordinator PKH Maros menekankan bahwa perjuangan Kartini relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan.
“Jika Kartini hidup hari ini, ia pasti berdiri di pojok desa, memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah hanya karena miskin. Kartini percaya bahwa kebodohan adalah saudara kembar kemiskinan. Maka, cara terbaik menghormati Kartini adalah dengan memastikan pena dan buku sampai ke tangan anak-anak kita,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, setiap anak yang tetap bersekolah menjadi bagian penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan, khususnya bagi anak perempuan di wilayah pedesaan, agar memiliki peluang yang sama dalam meraih masa depan.
Selain itu, pendamping PKH diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, terutama bagi kelompok rentan.
Peringatan Hari Kartini tersebut ditutup dengan penguatan komitmen bersama antara pendamping PKH dan unsur terkait untuk terus mengawal akses pendidikan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.









