MAKASSAR – PEMERINTAH Kota (Pemkot) Makassar menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk program seragam sekolah gratis bagi peserta didik bersumber dari hasil efisiensi belanja daerah, sebagaimana diamanatkan oleh berbagai regulasi pemerintah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menjelaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
“Pengalokasian ini sesuai dengan Inpres yang mengamanatkan penghematan pada sejumlah pos belanja. Hasil efisiensi tersebut kemudian dialihkan ke bidang prioritas, termasuk pendidikan,” ungkap Zulkifly pada Kamis (18/9/2025).
Dasar hukum pengalihan anggaran ini, lanjutnya, diperkuat oleh Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 900/833/SJ, SE Gubernur Sulawesi Selatan, serta SE Wali Kota Makassar.
Regulasi tersebut menegaskan bahwa hasil efisiensi belanja daerah harus dialokasikan untuk tujuh bidang prioritas, salah satunya adalah pendidikan.
Zulkifly juga merujuk pada Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur bahwa pergeseran anggaran dapat dilakukan dalam kondisi tertentu dengan persetujuan kepala daerah dan dilaporkan kepada DPRD.
Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Makassar telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perwali APBD TA 2025.
Pergeseran anggaran ini telah diberitahukan kepada pimpinan DPRD Kota Makassar untuk ditampung dalam Perda Perubahan APBD.
“Proses ini telah melalui review yang dituangkan dalam Laporan Hasil Monitoring dan Evaluasi. Pengalihan efisiensi belanja telah menambah anggaran pada sektor pendidikan dan prioritas lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan telaahan regulasi dan evaluasi, efisiensi anggaran dimanfaatkan untuk program penyediaan seragam sekolah gratis yang dialokasikan pada Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Program ini dilaksanakan melalui mekanisme tender konsolidasi dengan jenis kontrak payung untuk menjamin transparansi, efisiensi, dan ketepatan sasaran.
“Dengan alokasi ini, kami menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta meringankan beban orang tua siswa, khususnya dari keluarga kurang mampu,” pungkas Zulkifly. []











