Menjelang tahun ajaran baru, banyak orang tua di Kota Makassar merasa cemas terkait nasib program seragam sekolah gratis yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot). Hingga kini, belum ada kejelasan soal kapan dan bagaimana seragam tersebut akan didistribusikan.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mengaku belum menerima laporan resmi maupun penjelasan teknis dari Dinas Pendidikan (Disdik) soal pelaksanaan program ini. “Belum ada informasi resmi dari Disdik mengenai realisasi seragam gratis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ari menuturkan bahwa DPRD juga belum mengetahui secara pasti bagaimana anggaran program ini dialokasikan. “Sumber pendanaan belum pernah dibahas secara bersama antara legislatif dan eksekutif,” ujarnya.
Ketiadaan pembahasan ini membuat DPRD sulit memberikan jawaban pasti kepada masyarakat yang mulai resah. Ari mengatakan kondisi ini berpotensi menimbulkan kebingungan luas di kalangan orang tua.
Pasalnya, sejumlah orang tua telah lebih dulu membeli seragam untuk persiapan anak mereka masuk sekolah. “Kalau ternyata nanti seragamnya gratis, tapi mereka sudah beli, tentu merugikan,” tambah Ari.
Ia pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ketidakjelasan ini untuk melakukan pungutan liar di sekolah-sekolah. “Jika memang gratis, seharusnya tidak ada biaya tambahan apapun,” tegasnya.
Ari mendesak Pemkot dan Disdik segera memberikan penjelasan terbuka dan transparan kepada publik. Menurutnya, kejelasan sangat penting agar orang tua tidak dirugikan dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Jangan sampai ketidakpastian ini menurunkan kepercayaan publik terhadap program pendidikan pemerintah,” tambahnya.
Situasi ini menjadi peringatan agar komunikasi antara DPRD dan Pemkot lebih intensif, khususnya dalam hal pengelolaan anggaran dan program sosial.
Orang tua berharap agar janji seragam gratis yang sempat disosialisasikan segera direalisasikan, atau setidaknya diberi kepastian agar tidak terjadi pemborosan.
Pemkot Makassar melalui Disdik diharapkan memberikan informasi resmi dalam waktu dekat, guna menghindari keresahan lebih lanjut menjelang tahun ajaran baru.











