MAKASSAR, Wartana.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala pada Selasa (7/04/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan lahan untuk proyek percepatan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta transisi sistem pengelolaan sampah dari open dumping menuju sanitary landfill pada tahun 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Munafri menegaskan bahwa tahapan awal setelah penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) PSEL adalah pembebasan lahan, sebagai prasyarat utama bagi proyek strategis nasional tersebut. Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menjelaskan, pemerintah kota bertanggung jawab memastikan kepemilikan lahan dapat dibebaskan sesuai aturan dan melakukan pemetaan batas wilayah yang akan diajukan kepada pemerintah pusat.
“Proses pematangan ini menjadi tanggung jawab pemerintah kota daerah untuk memastikan ketersediaan lahan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ujar Appi.
Appi merinci, proyek PSEL membutuhkan lahan sekitar 7 hektare. Namun, pemerintah kota berencana menyiapkan hingga 8 hektare untuk memberikan fleksibilitas dalam perancangan dan pembangunan fasilitas.
“Permintaannya ada di 7 hektar, tapi kita akan siapkan sekitar 8 hektar lahan supaya layout dari pabriknya bisa lebih lugas untuk dirubah bentuk dan sebagainya,” jelasnya.
Selain kesiapan lahan, Appi juga meninjau potensi jalur-jalur di kawasan TPA. Pemerintah kota akan membuka akses jalan baru menuju lokasi PSEL yang diharapkan dapat mendukung kelancaran konstruksi serta mobilitas kendaraan dan alat berat. “Supaya teman-teman bisa fleksibel bekerja, kita akan membuka akses-akses baru supaya memungkinkan proses bergeraknya alat-alat berat ini lebih optimal,” tambahnya.
Proyek PSEL, yang bernilai investasi sekitar Rp3 triliun, tidak hanya diharapkan menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan dampak positif pada berbagai aspek sosial masyarakat. “Kita sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan ini. Nilainya besar dan manfaatnya juga luas, bukan hanya soal sampah tapi juga dampak sosial di masyarakat,” tutur Appi.
Bersamaan dengan persiapan PSEL, kunjungan Appi juga menyoroti pembenahan sistem pengolahan sampah TPA. Ia menargetkan bahwa pada tahun 2026, Kota Makassar tidak lagi menggunakan sistem open dumping, melainkan telah beralih ke sanitary landfill. “Peralihan ini harus berjalan bersamaan dengan pembangunan PSEL agar pengelolaan sampah kita lebih maksimal dan berkelanjutan,” pungkas Appi. Wali Kota optimistis target waktu persiapan yang diberikan pemerintah pusat dapat dipenuhi, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memaksimalkan seluruh sumber daya demi proyek berjalan tepat waktu.









