Memasuki 100 hari kerja, Pemerintah Kota Makassar merealisasikan program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis senilai Rp11,49 miliar. Program ini ditujukan bagi 33 ribu siswa dari 314 SD dan 55 SMP negeri, masing-masing menerima dua pasang seragam.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Rezeki Nur, menegaskan pihaknya aktif mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Komisi D juga meminta SKPD terkait memverifikasi data pelaku usaha penjahit serta siswa penerima. Tujuannya, memastikan distribusi bantuan tidak menimbulkan persoalan teknis di lapangan.
Anggota Komisi D, Muchlis A. Misbah, menilai program ini sebagai langkah strategis yang membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Ia menyebut program tersebut sebagai wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Andi Bukti Djufri, program ini bukan hanya bantuan material, tapi juga bentuk pemerataan akses pendidikan. Pemerintah menargetkan distribusi selesai sebelum tahun ajaran baru, 14 Juli.
Dalam pelaksanaannya, lebih dari 500 UMKM lokal dilibatkan untuk menjahit seragam. Produksi dikoordinasi oleh 52 ketua kelompok, dan pengadaan dilakukan melalui e-Katalog demi transparansi.









