Jakarta, Wartana.com – Amerika Serikat (AS) terungkap memiliki pangkalan militer rahasia yang tersembunyi jauh di bawah lapisan es Pulau Greenland. Fasilitas yang dibangun pada era Perang Dingin ini, dikenal dengan nama “Project Iceworm,” dirancang untuk menyimpan ratusan peluncur rudal nuklir sebagai bagian dari strategi pencegahan serangan dari Uni Soviet.
Pangkalan rahasia yang berlokasi delapan meter di bawah permukaan es ini, merupakan bagian integral dari “strategi kutub” AS yang lebih luas. Tujuannya adalah memastikan kemampuan peluncuran senjata nuklir dalam waktu 20 menit sebagai respons cepat terhadap potensi ancaman. “Iceworm merupakan jalur langsung untuk merespons serangan Soviet dan merupakan pertahanan strategis AS,” jelas Kristian Nielsen, sejarawan dari Universitas Aarhus, Denmark, dan salah satu penulis buku Camp Century: The Untold Story of America’s Secret Arctic Military Base Under the Greenland Ice.
Proyek ambisius ini membayangkan sebuah jaringan lokasi peluncuran rudal yang terhubung melalui terowongan di bawah es Arktik, dengan target potensial meluncurkan sekitar 600 rudal ke Rusia. Salah satu bagian dari Project Iceworm adalah Camp Century, sebuah pusat penelitian yang menjadi markas bagi hampir 200 personel. Dr. Robert Weiss, seorang dokter yang bertugas di Camp Century pada 1962 dan 1963, mengungkapkan bahwa meskipun istilah “Project Iceworm” tidak pernah secara eksplisit disebutkan, ia menyadari adanya pembangunan jalur kereta bawah tanah di bawah lapisan es.
Namun, tantangan alam menjadi penghalang utama bagi kelangsungan proyek ini. Pergerakan bertahap lapisan es secara perlahan menghancurkan fondasi terowongan, menyebabkan strukturnya menyempit dan membutuhkan sumber daya besar untuk pemeliharaan. Akibat kondisi ini, Camp Century hanya beroperasi dalam waktu singkat dan akhirnya ditutup pada tahun 1967, menandai berakhirnya Project Iceworm.
Selain tujuan militer, Camp Century juga berfungsi sebagai stasiun penelitian ilmiah yang melakukan studi geofisika dan paleoklimatologi. Fasilitas ini beroperasi menggunakan energi nuklir dan mampu menghasilkan air bersih dari sumur es. Namun, penutupan kamp meninggalkan limbah biologis, kimia, radioaktif, serta puing-puing fisik. Profesor glasiologi William Colgan dari Survei Geologi Denmark dan Greenland memperingatkan bahwa limbah ini berisiko terpapar ke dunia seiring dengan pemanasan iklim global. Penelitian Colgan pada 2017 bahkan menemukan sisa-sisa tumbuhan purba di bawah es, mengindikasikan bahwa Greenland pernah dihidupi flora dan fauna, sekaligus menimbulkan kekhawatiran baru tentang dampak pencairan es.
Pangkalan militer rahasia ini baru terungkap ke publik pada tahun 1997, setelah Institut Urusan Internasional Denmark memperoleh dokumen-dokumen AS yang telah dideklasifikasi terkait peran Greenland selama Perang Dingin. Menurut Nielsen, tidak ada bukti bahwa rudal pernah benar-benar tiba di Camp Century selama stasiun tersebut beroperasi.









