Sebelum Jadi Adidaya: Kisah Kekalahan Perang Perdana Amerika Serikat dari Negara Afrika

AS Pertama Kali Perang dengan Negara Asal Afrika Ini, Berakhir Kalah
Ilustrasi. (morgueFile/click)

Jakarta, Wartana.com – Amerika Serikat (AS) mengalami kekalahan memalukan dalam perang pertamanya melawan Aljazair pada tahun 1785, tak lama setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Konflik ini, yang sering disebut sebagai Perang Barbary, memaksa AS yang kala itu tak memiliki angkatan laut, membayar upeti tahunan sebesar $21.600 kepada Aljazair demi mengamankan jalur perdagangan maritim mereka.

Perang tersebut pecah pada tahun 1785 ketika Aljazair memanfaatkan fakta bahwa Angkatan Laut Kerajaan Inggris tidak lagi memberikan perlindungan kepada kapal-kapal dagang Amerika. Tanpa kekuatan maritim yang memadai untuk membela diri, kapal-kapal AS di Samudra Atlantik menjadi sasaran empuk pembajakan oleh Negara-negara Barbary (Aljazair, Tunisia, dan Maroko). Pemerintah Konfederasi AS yang baru merdeka dan mengalami kesulitan keuangan tidak mampu membentuk angkatan laut atau membayar upeti yang diminta, menyebabkan situasi diplomatik yang genting.

Thomas Jefferson, yang kala itu menjabat sebagai Menteri AS untuk Prancis, berupaya membentuk koalisi kekuatan angkatan laut yang lebih lemah untuk menghadapi Aljazair, namun usahanya tidak berhasil. Meskipun Kerajaan Portugal sempat membantu dengan memblokir kapal-kapal Aljazair di Selat Gibraltar, memberikan jeda sementara bagi kapal-kapal dagang AS, tekanan untuk menyelesaikan konflik tetap tinggi.

Pakar sejarah maritim, Prof. Dr. Budi Santoso dari Universitas Nasional, menilai peristiwa ini menjadi titik balik penting bagi AS. “Insiden ini bukan hanya sebuah kekalahan taktis, tetapi juga pelajaran mahal tentang pentingnya kekuatan maritim bagi sebuah negara berdaulat. Kekalahan ini menjadi katalisator bagi pembentukan Angkatan Laut AS yang kelak menjadi adidaya,” ujarnya.

Sebagai respons atas kekalahan dan kebutuhan mendesak akan perlindungan maritim, Kongres AS mengesahkan Undang-Undang Angkatan Laut tahun 1794, yang secara resmi menciptakan Angkatan Laut Amerika Serikat. Pada tahun 1795, AS mengirim diplomat Joel Barlow, Joseph Donaldson, dan Richard O’Brien ke Afrika Utara. Mereka berhasil menyimpulkan perjanjian dengan Aljir, Tunis, dan Tripoli, yang mengharuskan Amerika Serikat untuk membayar upeti kepada negara-negara tersebut. Perjanjian ini menandai berakhirnya konflik awal, namun juga menggarisbawahi kelemahan militer AS di masa-masa awal kemerdekaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *