Perjanjian Bebas Visa Rusia-Arab Saudi Resmi Berlaku, Namun Pengecualian Haji Tetap Diberlakukan

Bebas Visa Rusia-Saudi Ternyata Tak Berlaku Buat Haji
Ilustrasi. Jemaah haji yang bertawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, Wartana.com – Warga negara Arab Saudi dan Rusia kini dapat saling berkunjung tanpa memerlukan visa, sebuah kebijakan yang mulai berlaku pada Senin, 11 Mei. Namun, perjanjian pembebasan visa timbal balik ini tidak berlaku bagi mereka yang bertujuan melaksanakan ibadah haji, di mana prosedur visa yang berlaku tetap harus dipatuhi.

Kebijakan baru ini memungkinkan warga kedua negara untuk melakukan perjalanan dengan tujuan pariwisata, bisnis, serta kunjungan keluarga atau teman. Masa tinggal yang diizinkan adalah 90 hari per kunjungan atau dalam beberapa periode selama satu tahun. Pengecualian tegas diberlakukan untuk kegiatan pekerjaan, studi, tempat tinggal, dan ibadah haji, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, “Perjanjian bebas visa ini dirancang untuk mendorong pariwisata dan pertukaran budaya. Namun, ibadah haji memiliki kekhususan dan memerlukan regulasi yang lebih ketat demi menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan rukun Islam tersebut. Ini adalah standar global untuk ibadah haji.”

Perjanjian ini mencakup semua jenis paspor, yaitu diplomatik, khusus, dan biasa, menandai Rusia sebagai negara pertama yang menjalin kerja sama pembebasan visa timbal balik untuk pemegang paspor biasa dengan Arab Saudi. Inisiatif ini juga bertepatan dengan perayaan 100 tahun hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Rusia, yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama di sektor pariwisata, ekonomi, dan budaya.

Hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Rusia diketahui sangat erat, dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Presiden Vladimir Putin yang telah beberapa kali berkomunikasi langsung membahas berbagai kerja sama regional dan global. Kedua pemimpin negara tersebut bahkan pernah bertemu di Riyadh pada Desember 2023, menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan hubungan kedua negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *