Jakarta, Wartana.com – Wacana invasi darat Amerika Serikat ke Iran yang digagas Presiden Donald Trump telah memicu peringatan keras dari Teheran, yang menyamakan potensi konflik ini dengan kekalahan AS di Perang Vietnam. Ancaman tersebut, yang melibatkan pengerahan ribuan pasukan AS, disebut oleh pakar akan mengulang sejarah kelam bagi Washington.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, secara tegas memperingatkan Amerika Serikat agar belajar dari pengalaman masa lalu. “Baca saja apa yang terjadi di Vietnam,” kata Khatibzadeh dalam sebuah wawancara dengan Sky News, mengindikasikan bahwa Iran melihat kesamaan pola yang dapat menyebabkan kekalahan AS. Sejarah Perang Vietnam (1957-1975) memang menjadi studi kasus penting tentang bagaimana kekuatan militer superior bisa dikalahkan oleh faktor lain.
Kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam, meskipun unggul dalam persenjataan konvensional, disebabkan oleh beberapa faktor kunci. Tentara Vietnam Utara dan Viet Cong berhasil memanfaatkan taktik gerilya, pengetahuan mendalam tentang medan hutan lebat, serta dukungan kuat dari rakyat yang berdedikasi pada kemerdekaan dan ideologi komunisme. Mereka menggunakan sistem terowongan dan jebakan yang efektif, membuat pasukan AS kesulitan untuk mendeteksi dan mengalahkan mereka.
Selain itu, perlawanan domestik di Amerika Serikat turut melemahkan moral dan dukungan terhadap perang. Liputan media yang brutal dan jumlah korban jiwa yang terus meningkat memicu gerakan anti-perang besar, menekan pemerintah untuk menarik pasukannya. Pada puncak peperangan, AS mengerahkan lebih dari setengah juta tentara dan menghabiskan biaya fantastis, diperkirakan mencapai US$686 miliar pada tahun 2008 atau lebih dari US$950 miliar dalam kurs saat ini.
Pada akhirnya, Amerika Serikat menarik seluruh pasukannya pada tahun 1975 setelah menderita kerugian besar, dengan 58 ribu tentaranya tewas. Pengalaman pahit di Vietnam inilah yang menjadi dasar peringatan Iran, menyiratkan bahwa invasi darat ke wilayah yang tidak dikenal dengan karakteristik perlawanan yang serupa dapat mengulang tragedi yang sama bagi kekuatan militer Paman Sam.









