Kondisi Putri Bajrakitiyabha Mahidol Memburuk Usai Tiga Tahun Dirawat di Rumah Sakit Thailand

Profil Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol, 3 Tahun Dirawat di RS
Kondisi kesehatan Putri Thailand Bajrakitiyabha Mahidol dilaporkan memburuk setelah dirawat di rumah sakit selama lebih dari tiga tahun terakhir (AFP/FABRICE COFFRINI).

Jakarta, Wartana.com – Kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn dari Thailand, dilaporkan memburuk setelah lebih dari tiga tahun menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand pada Kamis (20/5) mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan sang Putri menunjukkan tanda-tanda vital tidak stabil, tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, serta gangguan pembekuan darah yang semakin parah.

Putri Bajrakitiyabha saat ini masih bergantung pada alat medis untuk membantu fungsi paru-paru dan ginjalnya, di samping obat-obatan. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari penyakit yang dideritanya sejak Desember 2022, ketika ia kehilangan kesadaran saat melatih anjingnya. Istana sebelumnya mendiagnosis sang Putri menderita infeksi perut akibat radang usus besar yang kemudian memicu gangguan irama jantung parah atau aritmia akibat peradangan jantung pada Januari 2023, serta sepsis pada 2025.

Menurut seorang sumber dekat Istana Thailand, yang enggan disebutkan namanya, “Tim dokter terus memantau setiap perkembangan dengan sangat cermat, namun kondisi infeksi yang tidak terkendali ini menjadi tantangan besar. Seluruh rakyat Thailand mendoakan kesembuhan Putri.” Biro Rumah Tangga Kerajaan sendiri menyatakan bahwa infeksi yang diderita Putri Bajrakitiyabha saat ini sudah tidak terkendali dan berdampak pada organ vital lainnya, menyebabkan kondisi kesehatannya kian memburuk.

Putri Bajrakitiyabha Mahidol, atau akrab disapa “Putri Bha”, adalah anak tertua dan tunggal dari pernikahan Raja Maha Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Berusia 47 tahun, Putri Bha dikenal aktif dalam berbagai posisi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kerap mengampanyekan hak-hak perempuan di dalam penjara. Ia juga memiliki kedekatan dengan Raja dan pernah menjabat posisi senior dalam komando pengawal pribadi ayahnya setahun sebelum jatuh sakit. Banyak pihak memandangnya sebagai kandidat paling potensial untuk meneruskan takhta, meskipun aturan suksesi Thailand mengutamakan pewaris laki-laki dan Raja belum mengumumkan pilihannya.

Putri Bha menempuh pendidikan di Heathfield School di Inggris dan meraih dua gelar pascasarjana dari Universitas Cornell, Amerika Serikat. Karier diplomatiknya mencakup peran sebagai duta besar Thailand untuk Austria pada periode 2012-2014. Perjalanan penyakitnya dimulai pada Desember 2022, diikuti diagnosis aritmia pada Januari 2023, dan sepsis pada 2025. Kini, fokus utama tim medis adalah menanggulangi peradangan usus besar yang infeksinya telah menyebar luas ke organ vital lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *