Netanyahu Kecam Keras Tindakan Menteri Sendiri Terhadap Relawan GSF: Melanggar Norma Israel

Netanyahu Kecam Menteri Sendiri Siksa Relawan GSF: Tak Sejalan Norma
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara mengenai penculikan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang hendak menuju Jalur Gaza, Palestina. (Foto: AFP/Andrew Caballero-Reynolds)

Jakarta, Wartana.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara mengenai penanganan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang hendak menuju Jalur Gaza, Palestina. Netanyahu secara tegas mengecam tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir yang menyiksa para relawan, menyatakan bahwa perlakuan tersebut “tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel.” Pernyataan resmi ini disampaikan Netanyahu melalui media sosial X pada Rabu (20/5), di mana ia juga berjanji untuk segera memulangkan para relawan yang ditahan.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menekankan bahwa Israel memiliki hak penuh untuk mencegah GSF memasuki perairan teritorialnya. Ia menyebut konvoi kemanusiaan tersebut sebagai “armada provokatif” dan para relawannya sebagai “provokator pendukung teroris Hamas.” “Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza,” ucap Netanyahu, meskipun sebelumnya ia mengkritik keras cara menterinya menangani situasi tersebut.

Kontroversi ini mencuat setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunggah sebuah video di akun pribadinya yang memperlihatkan tentara Israel menyiksa relawan GSF selama penangkapan dan penahanan. Dalam video yang diunggah dengan keterangan “Selamat datang di Israel” itu, terlihat tentara Israel menjambak dan memaksa para relawan berlutut. Ben-Gvir sendiri tampak tertawa-tawa sambil mengibarkan bendera Israel, sementara relawan perempuan yang berteriak “Free Palestine” terlihat diadang dan dipukul.

Video tersebut segera menuai kecaman luas, bahkan dari dalam pemerintahan Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar ikut bersuara, menilai tindakan Ben-Gvir telah “mempermalukan negara.” Sa’ar menyatakan melalui X, “Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya,” sambil menambahkan, “Anda bukanlah wajah Israel.”

Armada GSF sendiri berlayar dari Turki pekan lalu dengan lebih dari 50 kapal dan sekitar 430 relawan dari 39 negara, termasuk Indonesia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Bahrain, Brasil, Aljazair, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru. Pelayaran ini merupakan upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Palestina, yang menjadi titik fokus ketegangan dan insiden penangkapan relawan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *