Jakarta, Wartana.com – Sebuah drone peledak milik Iran dilaporkan menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dalam 24 jam terakhir. Drone tersebut membawa pesan visual yang tak biasa: sebuah foto bintang sepak bola Spanyol, Lamine Yamal, sedang mengibarkan bendera Palestina. Insiden ini menambah lapisan kompleksitas pada ketegangan yang kembali memanas antara Teheran dan Washington di Timur Tengah.
Gambar Lamine Yamal yang ditempel pada badan pesawat nirawak (UAV) tersebut identik dengan foto yang diambil saat perayaan gelar juara La Liga Barcelona pada bulan Mei lalu. Pada momen tersebut, Yamal memang terekam membawa bendera Palestina. Menurut laporan dari Open Source Intel di platform X, media Iran turut mempublikasikan rekaman drone ini, yang disertai tulisan dalam bahasa Persia dan Inggris berbunyi: “Pendukung Palestina dan Iran adalah juara dunia.”
Bersamaan dengan beredarnya foto di drone, sebuah gambar lain yang memperlihatkan Yamal seolah mengenakan bendera Palestina sambil berdiri di samping trofi Piala Dunia FIFA di New Jersey juga menyebar luas di media sosial. Namun, investigasi digital yang dilakukan oleh Agence France-Presse (AFP) menyimpulkan bahwa foto tersebut tidak asli dan merupakan hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan (AI). “Penyertaan simbol-simbol yang kuat seperti bendera Palestina melalui figur publik seperti Lamine Yamal, baik secara asli maupun manipulasi AI, menunjukkan upaya serius dalam perang informasi,” ujar Dr. Ardi Wijaya, seorang analis geopolitik dari Universitas Nusantara, yang mengomentari insiden ini.
AFP menemukan bahwa alat verifikasi digital mendeteksi watermark SynthID milik Google pada gambar Piala Dunia tersebut, yang menjadi indikasi kuat bahwa konten itu dihasilkan oleh AI. Perbandingan dengan foto-foto asli perayaan gelar juara Spanyol juga menunjukkan bahwa Yamal sebenarnya mengenakan seragam tim nasional Spanyol bertuliskan “Campeones,” tanpa bendera Palestina.
Insiden ini secara jelas menyoroti meningkatnya penggunaan baik gambar asli maupun gambar yang dimanipulasi dalam narasi yang berkembang di media sosial, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. Kejadian ini terjadi di tengah kembali memanasnya situasi antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara kembali saling melancarkan serangan udara, dengan AS menargetkan wilayah strategis Iran dan Teheran menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut.










