Jakarta, Wartana.com – Ukraina menuduh Rusia melancarkan serangan rudal terhadap sebuah kapal kargo milik Turki di Laut Hitam yang mengakibatkan tewasnya enam orang awak kapal. Insiden ini menambah daftar panjang eskalasi konflik antara kedua negara.
Angkatan Laut Ukraina menyatakan bahwa Moskow meluncurkan tiga rudal jelajah yang menghantam kapal bernama Golden Leo. Kapal berbendera Guinea-Bissau tersebut dilaporkan sedang mengangkut gandum dan diserang di dekat Odessa tak lama setelah meninggalkan pelabuhan. Perdana Menteri Ukraina, Sergiy Koretsky, mengonfirmasi lokasi serangan di dekat kota pelabuhan strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, melaporkan bahwa kapal itu membawa 18 awak, yang sebagian besar adalah warga Suriah dan India. “Delapan anggota kru berhasil diselamatkan, dua di antaranya terluka. Sayangnya, hingga saat ini, enam pelaut dipastikan tewas dan empat lainnya masih hilang,” kata Menteri Transportasi Ukraina, Mykola Kalashnyk, seperti dikutip AFP, mengutarakan duka cita atas insiden tragis ini.
Serangan terhadap kapal kargo ini terjadi bersamaan dengan peningkatan intensitas serangan udara di wilayah lain. Pada Minggu (19/7) malam, Rusia juga menembakkan puluhan rudal balistik ke Kyiv, ibu kota Ukraina, menewaskan satu orang dan melukai 16 lainnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan ini sebagai “salah satu serangan rudal balistik terbesar yang pernah dilancarkan Rusia terhadap Kyiv,” dengan lebih dari 40 rudal diluncurkan, 25 di antaranya rudal balistik.
Jurnalis AFP di Kyiv melaporkan pemandangan blok-blok apartemen yang hangus terbakar, jendela-jendela pecah, dan mobil-mobil hancur terbalik akibat serangan tersebut. Ganna Zagorodnia, seorang warga Kyiv berusia 47 tahun, menggambarkan kengerian yang ia alami, “Rudal-rudal terus berdatangan satu demi satu. Ledakannya sangat dahsyat, sangat mengerikan.” Di sisi lain, Rusia secara konsisten membantah menargetkan warga sipil, menegaskan bahwa sasaran mereka adalah fasilitas militer dan pusat logistik di Kyiv, serta pelabuhan yang digunakan tentara Ukraina di Odessa.










