Bayang-bayang Teror: Iran dan Lebanon Tercekam Akibat Gempuran Israel-AS

Kondisi Mencekam Iran dan Lebanon Usai Digempur Israel-AS
Kondisi di Iran memburuk drastis seiring meluasnya serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak Sabtu 28 Februari lalu. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

Jakarta, Wartana.com – Situasi keamanan di Iran dan Lebanon memburuk secara drastis menyusul gelombang serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) sejak Sabtu, 28 Februari lalu. Eskalasi konflik ini telah memicu ketakutan massal di kalangan warga sipil dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam di kedua negara.

Di Iran, kondisi mencekam sangat terasa. “Semua orang takut,” kata seorang warga Austria bernama Omid kepada Reuters pada Rabu (4/3), menggambarkan situasi yang “benar-benar sangat buruk” setelah ia mendengar ledakan keras dekat hotelnya. Ia menambahkan bahwa terlepas dari klaim media sosial, seluruh warga Iran diselimuti ketakutan. Warga Austria lainnya, Jawad, yang berhasil meninggalkan Iran, juga menyaksikan “banyak roket, jet” dan kesulitan untuk keluar dari negara itu akibat masalah transportasi serta penutupan kedutaan. Jawad mengungkapkan kesedihannya karena ia tak dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Iran yang terputus akses internetnya.

Sementara itu, di Lebanon, dampak serangan Israel tidak kalah parah. Anak-anak dilaporkan terbangun di malam hari akibat suara bom, sementara orang tua pingsan di jalan karena kelelahan. Pekerja bantuan internasional mengungkapkan bahwa keluarga pengungsi terpaksa tidur di trotoar di pusat kota Beirut. “Di pusat kota Beirut, keluarga pengungsi tidak tahu harus pergi ke mana,” kata Michael Adams, direktur negara Lebanon untuk organisasi nirlaba CARE International dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Militer Israel mengonfirmasi telah menghantam beberapa wilayah Lebanon, termasuk ibu kota Beirut, sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran dari Lebanon ke Israel. Pada Rabu, militer Israel menyatakan telah menyerang target Hizbullah di selatan Sungai Litani, sekitar 20 hingga 30 kilometer di utara perbatasan Israel. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 74 orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon sejak Senin. Pekerja bantuan seperti Maya Andari, direktur kualitas program CARE International di Lebanon, mengenang gelombang serangan awal yang “tanpa perintah evakuasi apa pun” membuat orang-orang berlarian meninggalkan rumah mereka.

Krisis kemanusiaan yang melanda kedua negara ini menunjukkan peningkatan tensi di kawasan Timur Tengah. Dengan eskalasi serangan yang terus berlanjut, ketidakpastian dan ketakutan menjadi teman sehari-hari bagi jutaan warga sipil di Iran dan Lebanon, meninggalkan jejak penderitaan dan kerentanan yang mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *