Jakarta, Wartana.com – Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dipastikan tidak akan menghadiri secara langsung prosesi pemakaman ayahnya. Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran serius akan ancaman keamanan, terutama potensi serangan dari Israel. Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei direncanakan akan berlangsung di Kota Mashhad pada 9 Juli, didahului dengan upacara penghormatan di Teheran pada Sabtu, 4 Juli, dan di Kota Qom pada 7 Juli.
Alasan absennya Mojtaba Khamenei dikonfirmasi oleh Ayatollah Hakim Elahi, seorang pejabat senior Iran. Menurut Elahi, kehadiran Mojtaba di tengah keramaian publik yang diperkirakan mencapai jutaan pelayat dapat menjadikannya target serangan Israel. “Ancaman dan risiko pengintaian Israel membuat kehadiran Mojtaba secara publik sangat berbahaya, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi keamanan jutaan pelayat yang akan hadir,” ujar Elahi, seperti dikutip dari NDTV. Kekhawatiran ini menggarisbawahi ketegangan geopolitik yang mendalam di kawasan tersebut.
Absennya Mojtaba dalam acara penting ini bukanlah yang pertama kali. Menurut laporan IranWire, Mojtaba Khamenei sebelumnya juga tidak menghadiri pemakaman istrinya, Zahra Hadad Adel, pada Rabu, 1 Juli lalu. Zahra Hadad Adel, bersama dengan Ayatollah Ali Khamenei, merupakan salah satu korban meninggal akibat serangan udara yang diduga dilancarkan oleh Israel dan AS di Teheran pada 28 Februari lalu. Ketidakhadirannya pada pemakaman sang istri juga memicu spekulasi serupa mengenai alasan keamanan.
Laporan dan foto yang dipublikasikan media Iran terkait upacara pemakaman Zahra Hadad Adel di Sekolah Menengah Atas Farhang menunjukkan ketidakhadiran Mojtaba. Upacara tersebut justru dihadiri oleh ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebelum beliau sendiri wafat. Zahra Hadad Adel, yang lahir pada tahun 1979, adalah seorang guru dan memiliki gelar di bidang ilmu komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik. Kematiannya dan ketidakhadiran Mojtaba pada kedua pemakaman tersebut menyoroti dampak serius dari konflik regional terhadap kehidupan para pejabat dan keluarga di Iran.
Keputusan untuk tidak menghadiri pemakaman secara langsung mencerminkan tingkat ancaman yang dihadapi oleh figur-figur penting di Iran, terutama di tengah eskalasi ketegangan dengan Israel. Pemerintah Iran terus meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi para pemimpinnya, namun insiden ini menunjukkan bahwa bahkan acara pribadi pun tidak luput dari perhitungan strategis terkait keselamatan.









