Jakarta, Wartana.com –
Momen emosional tersaji di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ketika megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, dan gelandang Kroasia, Luka Modric, saling berpelukan di tengah lapangan setelah pertandingan antara Portugal dan Kroasia berakhir. Pertemuan yang digelar di Toronto Stadium tersebut dimenangkan Portugal dengan skor 2-1, mengakhiri perjalanan Kroasia di turnamen akbar tersebut.
Pelukan tersebut menjadi simbol persahabatan mendalam yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara kedua legenda hidup sepak bola ini. Mereka pernah menikmati masa keemasan bersama di Real Madrid, di mana keduanya bahu-membahu memenangkan berbagai trofi bergengsi. Bagi Ronaldo, kemenangan ini menjaga asa untuk mewujudkan mimpi menjadi juara dunia. Namun, bagi Modric, kekalahan ini berpotensi menjadi akhir dari karier panjangnya di panggung Piala Dunia.
Setelah peluit panjang dibunyikan, Ronaldo segera menghampiri Modric yang tampak terpukul oleh kekalahan timnya. Keduanya telah membentuk hubungan yang sangat erat selama bertahun-tahun menjadi pilar utama Real Madrid, membawa klub tersebut meraih kesuksesan luar biasa, termasuk enam gelar Liga Champions Eropa. Kesuksesan tersebut mengukuhkan nama mereka sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi emas Los Blancos.
Luka Modric, gelandang berusia 40 tahun, sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa karier internasionalnya mendekati garis akhir. Kekalahan dari Portugal terasa sangat menyakitkan baginya, mengingat ini adalah Piala Dunia kelima yang diikutinya, dengan 23 penampilan di turnamen tersebut. “Saya tahu saya telah mencapai fase tertentu dalam karier saya,” kata Modric baru-baru ini, mencerminkan pemikirannya tentang masa depan.
Sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan, Cristiano Ronaldo menjadi salah satu orang pertama yang menghibur Modric. Kapten Portugal itu tidak ragu menyebut Modric sebagai salah satu legenda sepak bola. “Saya bermain dengan Luka selama bertahun-tahun,” ujar Ronaldo, mengenang kebersamaan mereka di Real Madrid. “Usia kami hampir sama. Saya pikir dia adalah legenda sepak bola. Dia tetaplah legenda sepak bola,” tegas Ronaldo, sebagaimana dikutip dari BBC Sport.











