Dallas, Wartana.com – Tim Nasional Mesir berhasil mengukir sejarah baru dengan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah memenangkan drama adu penalti pertama mereka di ajang tersebut. Kemenangan atas Timnas Australia yang berlangsung di Dallas Stadium, Arlington, Texas pada Sabtu, 4 Juli 2026, disambut bangga oleh kapten tim, Mohamed Salah.
Pertandingan sengit di Dallas Stadium berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Mesir sempat unggul lebih dahulu melalui gol Emam Ashour pada babak pertama. Namun, Australia berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui gol bunuh diri Mohamed Hany. Adu penalti kemudian menjadi penentu, di mana Mesir unggul 4-2. Hossam Abdelmaguid menjadi penentu kemenangan setelah dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal menjalankan tugasnya.
Kemenangan ini menorehkan catatan penting bagi sepak bola Mesir. Mereka kini menjadi negara Afrika kedua yang berhasil memenangkan adu penalti di Piala Dunia, mengikuti jejak Maroko yang melakukannya pada edisi 2022 dan 2026. Laga ini juga menjadi adu penalti pertama bagi Mesir maupun Australia di putaran final Piala Dunia. Menanggapi keberhasilan ini, kapten tim, Mohamed Salah, mengungkapkan rasa bangganya.
“Ini adalah sejarah baru bagi kami,” ujar Salah pasca pertandingan, seperti dilansir dari BeIN Sports. “Saya mengatakan kepada para pemain bahwa ini adalah panggung terbesar yang bisa mereka mainkan. Nikmati pertandingan ini dan jangan biarkan tekanan menguasai kalian. Saya senang kami berhasil memenangkan pertandingan ini dan menorehkan sejarah hari ini.”
Mohamed Salah sendiri turut menjadi salah satu eksekutor sukses dalam adu penalti. Penyerang Liverpool ini mencetak gol dengan gaya Panenka yang menunjukkan kepercayaan diri tinggi. “Kalau memang ada seseorang yang akan melakukan itu, tentu orangnya adalah saya,” kata Salah berkelakar. “Saya memiliki pengalaman lebih banyak dibandingkan pemain lain dan ingin memberikan kepercayaan diri kepada mereka. Keputusan untuk mengeksekusi penalti dengan cara itu saya ambil pada detik-detik terakhir, saya merasa memang harus melakukannya.”











