Wakil Bupati Barru Tekankan Penguatan Disiplin ASN dalam Rakor Kepegawaian 2025

BARRU, WARTANA – Wakil Bupati Barru secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Pemerintah Kabupaten Barru yang bekerja sama dengan BKN Kantor Regional IV Makassar, Senin (08/12/2025) di Lantai VI Mal Pelayanan Publik (MPP). Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati juga membawakan materi khusus mengenai penguatan disiplin ASN serta implementasi Core Values ASN “BerAKHLAK”.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran BKN dan seluruh peserta Rakor. Ia menilai kedisiplinan ASN di Kabupaten Barru semakin meningkat, khususnya terkait kehadiran pada apel pagi.

“Saya melihat ada kemajuan signifikan. Hampir seluruh ASN hadir dalam apel pagi. Ini ciri-ciri kebaikan, ciri-ciri adanya kesadaran kolektif untuk taat disiplin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa budaya disiplin dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Menurutnya, rapat yang dijadwalkan pukul 08.00 idealnya dihadiri peserta sejak pukul 07.30 sebagai bentuk komitmen dan budaya kerja yang profesional.

Penegasan Core Values ASN “BerAKHLAK”

Pada sesi pemaparan materi inti, Wakil Bupati menyoroti pentingnya implementasi Core Values ASN “BerAKHLAK” sebagai landasan terciptanya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik terbaik. Nilai-nilai tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut:

  1. Berorientasi Pelayanan — ASN ditegaskan sebagai pelayan masyarakat yang wajib responsif. Pemerintah tidak boleh menunggu laporan semata, tetapi harus bergerak proaktif hingga ke desa, kelurahan, dan kecamatan agar tidak terjadi “bottleneck” ke pimpinan daerah.
  2. Akuntabel — ASN diminta bekerja penuh tanggung jawab, memahami regulasi seperti PP 94 tentang Disiplin Pegawai Negeri, serta menekankan tidak hanya input dan output, tetapi juga outcome, impact, dan benefit bagi masyarakat.
  3. Kompeten — ASN harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan regulasi serta era digital. “Don’t stop to learn,” tegasnya.
  4. Harmonis & Kolaboratif — Kolaborasi dinilai lebih bernilai dibanding kerja sama biasa karena membutuhkan konsensus, pembagian peran, dan aksi nyata. Pemerintah harus membuka ruang kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga NGO, bukan hanya bergantung pada APBD.
  5. Loyal & Adaptif — Loyalitas ASN ditujukan pada regulasi dan kepentingan publik. ASN harus cepat beradaptasi dan berani mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
  6. Integritas — Integritas dibentuk melalui kebiasaan dan keteguhan karakter. Pegawai harus jujur, mampu menahan diri, dan bekerja tanpa penyimpangan.

“Wakil Bupati menegaskan bahwa mulai Januari 2026 Pemerintah Kabupaten Barru akan mengakselerasi reformasi birokrasi melalui pembentukan tim lintas sektor untuk percepatan layanan publik, penyelesaian masalah tata ruang, serta dukungan terhadap percepatan investasi daerah”.

Ia menilai respons cepat dari ASN menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelayanan dan peluang ekonomi daerah. Keterlambatan keputusan, kata Wakil Bupati, dapat menyebabkan hilangnya potensi investasi serta manfaat perputaran ekonomi bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh ASN untuk memperkuat komitmen terhadap disiplin, pelayanan publik, dan integritas sebagai tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Rakor Kepegawaian ini turut dihadiri perwakilan BKN Kantor Regional IV Makassar, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, sekretaris OPD, serta seluruh peserta Rakor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *