MAKASSAR, Wartana.com — Sekretariat DPRD Kota Makassar resmi meluncurkan Sistem Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Sekretariat (SiAKSES) sebagai langkah modernisasi tata kelola administrasi keuangan melalui teknologi digital. Melalui sistem ini, setiap transaksi yang berkaitan dengan hak keuangan anggota DPRD kini dapat diinformasikan secara otomatis melalui notifikasi WhatsApp dalam hitungan detik.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk memberikan kepastian informasi secara real-time kepada para penerima manfaat. Keunggulan utama SiAKSES terletak pada kemampuannya mengirimkan detail transaksi secara instan tepat setelah proses keuangan di bagian bendahara selesai dilakukan.
“Dalam hitungan detik, atau paling lama satu menit, anggota Dewan akan menerima notifikasi dari bendahara yang menyatakan dana sudah masuk, disertai rincian biaya yang telah ditransfer,” ujar Andi Rahmat dalam keterangannya di Makassar, Rabu (29/7/2026). Ia menambahkan bahwa sistem ini menghapus kebutuhan pengecekan manual yang selama ini dilakukan oleh anggota dewan.
SiAKSES tidak hanya memberikan informasi mengenai nominal keseluruhan, tetapi juga merinci komponen hak keuangan yang dibayarkan. Cakupan informasi tersebut meliputi gaji, tunjangan, hingga biaya perjalanan dinas secara mendetail, seperti biaya hotel dan transportasi. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan administrasi dan memperkuat akuntabilitas di lingkungan Sekretariat DPRD.
Penerapan sistem digital ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 50 Tahun 2018 terkait implementasi transaksi nontunai dalam pengelolaan APBD. Dengan adanya riwayat transaksi yang terdokumentasi secara otomatis di perangkat komunikasi masing-masing anggota dewan, proses monitoring dan evaluasi internal menjadi lebih efisien dan terintegrasi.
“Kami ingin memastikan setiap transaksi dapat diketahui secara cepat oleh penerima manfaat. Dengan sistem ini, pelayanan menjadi lebih efisien, proses administrasi lebih tertib, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan semakin kuat,” pungkas Andi Rahmat. Inovasi ini sendiri telah mulai diimplementasikan dan diharapkan menjadi referensi bagi perangkat daerah lainnya di lingkup Pemerintah Kota Makassar.









