Pokja Bunda PAUD Sulsel dorong penerapan Buddy System untuk perkuat pendidikan inklusif

Pokja Bunda PAUD Sulsel dorong penerapan Buddy System untuk perkuat pendidikan inklusif

MAKASSAR, Wartana.com — Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak. Langkah ini diwujudkan melalui Webinar PANRITA PAUD Seri 2 yang berfokus pada kesiapan satuan pendidikan dalam menyongsong kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.

Webinar tersebut mengangkat tema khusus mengenai penerapan Buddy System sebagai solusi alternatif bagi satuan PAUD inklusif yang menghadapi keterbatasan Guru Pendamping Khusus (GPK). Melalui skema ini, para pendidik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme dalam memberikan layanan pembelajaran yang adaptif bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler.

Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa keberhasilan kebijakan wajib belajar prasekolah memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan, sementara pendidik dituntut menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi semua kondisi anak tanpa terkecuali.

“Pendidikan pada fase usia dini merupakan fondasi utama bagi keberhasilan anak di jenjang berikutnya. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan orang tua sangat strategis untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara,” ujar Bunda PAUD Sulawesi Selatan dalam sambutannya.

Pendekatan Buddy System yang diperkenalkan dalam webinar ini merupakan model pendampingan yang mengoptimalkan interaksi antarsiswa dengan dukungan guru. Model ini memungkinkan anak berkebutuhan khusus tetap belajar bersama rekan sebayanya secara aman dan nyaman, sekaligus menjadi jawaban atas terbatasnya jumlah tenaga ahli pendamping khusus di lapangan.

Kegiatan PANRITA PAUD ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan. Dengan penguatan kapasitas pendidik dan penerapan inovasi pembelajaran, diharapkan provinsi ini siap mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *