Bekasi – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bekasi Raya sukses melaksanakan kegiatan AI Ready ASEAN secara tatap muka di STIE Mulia Pratama, Bekasi. Program ini merupakan bagian dari inisiatif ASEAN Foundation bersama Google.org yang bertujuan membekali masyarakat ASEAN dengan keterampilan menghadapi era kecerdasan artifisial (AI).
AI Ready ASEAN dilaksanakan serentak di 10 negara ASEAN dan menargetkan lebih dari 5,5 juta peserta. Di Indonesia, program ini bekerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP) seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.
Khusus di Bekasi, pelatihan ini diikuti lebih dari 160 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Mereka dibimbing oleh empat trainer bersertifikasi ASEAN, yakni Efly Yan Arya, Adi Muhajirin, Muhamad Handar, dan Hikmah Sastro Pambudi. Para trainer memanfaatkan platform Learning Management System (LMS) di institute.mafindo.or.id untuk memberikan pengalaman belajar yang sistematis, menarik, sekaligus praktis.
Kurikulum AI Ready ASEAN dirancang bagi empat kelompok sasaran, yaitu pemuda, orang tua, pendidik, serta master trainer. Materi dibagi ke dalam empat kategori utama: Dasar AI (AI Fundamental), Penggunaan dan Implementasi AI (AI Usage & Implementation), Etika-Privasi-Keamanan (AI Ethics, Privacy & Security), dan Mengajar tentang AI (Teaching About AI).
Koordinator Wilayah Mafindo Bekasi, Budi Indaryadi, menegaskan bahwa pelatihan ini memperluas peran Mafindo, bukan hanya sebagai organisasi pemeriksa fakta dan penangkal hoaks, tetapi juga penguat literasi digital dan AI.
“Pelatihan AI Ready ini menjadikan Mafindo tidak hanya bergerak untuk mengidentifikasi dan memeriksa hoaks, tapi juga turut serta mencegah penyebarannya lewat penguatan kapasitas mahasiswa,” ujar Budi.
Sementara itu, salah satu trainer, Adi Muhajirin, menekankan pentingnya pemahaman etis dalam penggunaan AI.
“Kita harus menjadi pemimpin dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial, bukan hanya menjadi penggunanya. Hasil yang baik selalu berawal dari prompt yang baik dan lengkap,” jelasnya.
Melalui literasi AI ini, peserta tidak hanya belajar cara menggunakan teknologi AI secara efektif, tetapi juga memahami dimensi etika, privasi, ekonomi digital, hingga peluang kerja di masa depan yang semakin erat dengan AI.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, Mafindo Bekasi Raya berharap semakin banyak generasi muda dan pendidik yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.









