Barru Tawarkan Industri Pengolahan Udang Terintegrasi pada SSIC 2026, Bidik Investasi Bernilai Ratusan Miliar

Barru, Wartana.com – Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menerima Tim Verifikasi Lapangan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 di Ruang Rapat Bupati Barru, Lantai 5, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian proposal investasi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Barru.

Pada ajang SSIC 2026, Kabupaten Barru mengusung proyek unggulan berupa pengembangan industri pengolahan udang terintegrasi berbasis ekonomi sirkular sebagai salah satu strategi mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pemaparannya, Abustan menjelaskan bahwa komoditas udang memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan seiring meningkatnya permintaan pasar global. Kondisi tersebut mendorong banyak pelaku usaha memperluas investasi di Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan ekspor, baik dalam bentuk udang beku maupun produk olahan.

Ia menyebut, udang juga telah menjadi salah satu komoditas prioritas dalam program hilirisasi nasional. Kabupaten Barru dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut berkat ketersediaan lahan tambak yang luas serta masyarakat yang telah lama bergerak di bidang budidaya udang.

“Potensi kita sangat besar. Tantangan saat ini adalah sebagian besar hasil udang masih diolah secara tradisional. Karena itu, kehadiran industri pengolahan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing,” ujar Abustan.

Menurutnya, industri pengolahan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas udang hingga lebih dari tiga kali lipat. Selain menghasilkan berbagai produk olahan, konsep yang diusung juga memanfaatkan limbah dan hasil samping menjadi produk bernilai ekonomi sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga memaparkan sejumlah keunggulan strategis Kabupaten Barru sebagai daerah tujuan investasi. Salah satunya adalah keberadaan Kawasan Industri Barru yang didukung Pelabuhan Garongkong, pelabuhan laut dalam dengan kedalaman sekitar 16 hingga 18 meter yang dapat melayani aktivitas pelayaran sepanjang tahun karena terlindungi pulau penahan ombak.

Keunggulan lainnya adalah konektivitas kawasan industri dengan jaringan kereta api yang dinilai mampu memperkuat sistem logistik dan distribusi hasil industri ke berbagai wilayah.

Abustan juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Barru sebelumnya telah menggagas pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Meski belum terealisasi akibat kendala regulasi terkait penguasaan lahan, kawasan tersebut tetap dipertahankan sebagai kawasan pengembangan industri di masa mendatang.

Melalui proposal investasi pada SSIC 2026, Pemerintah Kabupaten Barru menawarkan pembangunan industri pengolahan udang yang mengintegrasikan proses produksi utama dengan pemanfaatan limbah menjadi produk turunan bernilai tambah. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri perikanan sekaligus membuka peluang tumbuhnya berbagai sektor usaha baru.

Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi sebesar Rp300 hingga Rp400 miliar per tahun. Selain itu, investasi tersebut diperkirakan dapat menciptakan sekitar 668 lapangan kerja langsung dan lebih dari 1.000 lapangan kerja tidak langsung melalui berkembangnya sektor budidaya maupun industri turunannya.

Abustan berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Bank Indonesia terus mengalir sehingga proposal investasi Kabupaten Barru dapat masuk dalam nominasi terbaik SSIC 2026 sekaligus menarik minat investor.

“Harapan kami, melalui SSIC 2026 ini investasi yang kami tawarkan benar-benar dapat terealisasi sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Barru,” katanya.

Sementara itu, Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Yoga Munajat, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Barru melaju hingga tahap verifikasi lapangan.

Menurutnya, tahapan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan dalam executive summary proposal investasi dengan kondisi riil di lapangan.

“Selamat kepada Kabupaten Barru yang telah lolos ke tahap verifikasi lapangan. Verifikasi ini dilakukan untuk mencocokkan informasi dalam proposal dengan potensi yang ada di lapangan,” ujar Yoga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Barru, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Perikanan, Kepala Baperida, perwakilan DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *