Gubernur Sulsel Kerahkan Armada Dan Koordinasi Intensif Cari 24 Korban KM Nurul Salsa

Gubernur Sulsel Kerahkan Armada Dan Koordinasi Intensif Cari 24 Korban KM Nurul Salsa

MAKASSAR, Wartana.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memberikan dukungan penuh dan berkoordinasi intensif dengan Basarnas Makassar dalam operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa. Kapal naas tersebut karam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan 24 penumpang masih dinyatakan hilang hingga Jumat (17/7/2026).

Andi Sudirman menyatakan bahwa sejak menerima laporan kejadian, pihaknya langsung mengerahkan dukungan armada bersama Basarnas untuk mempercepat proses pencarian. “Kami berkoordinasi dan telah mengerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar para penumpang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Gubernur Andi Sudirman pada Jumat (17/7/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi bahwa perkembangan operasi SAR terus dilaporkan kepada Gubernur Sulsel, yang memberikan perhatian serius terhadap musibah ini. Arif menambahkan bahwa seluruh unsur SAR akan bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. “Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Kami juga memohon doa masyarakat agar seluruh korban yang masih dicari segera ditemukan,” jelas Arif.

Berdasarkan data terbaru Basarnas hingga Kamis (16/7/2026), insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa melibatkan 74 orang korban. Dari jumlah tersebut, 49 penumpang berhasil ditemukan selamat, 1 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian. KM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026) pukul 05.00 WITA.

Di tengah pelayaran, kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Kondisi gelombang tinggi sekitar 2,5 meter saat kejadian membuat proses evakuasi dan pencarian menjadi lebih menantang. Untuk mempercepat pencarian, Basarnas mengerahkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, KM Harapan Kita GT 104, serta pesawat Boeing B737-200 TNI AU yang melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara. Operasi pencarian masih berlangsung sesuai Search and Rescue Action Plan (SARMAP) dengan fokus menemukan 24 korban yang belum ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *