Barru Siap Garap 2.227 Hektare Sawah Modern, Wabup Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

BARRU, WARTANA – Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya mempercepat peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi pertanian modern sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat menghadiri Rapat Koordinasi Penerapan Perluasan Budidaya Padi melalui Program Petani Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026).

Wakil Bupati hadir didampingi Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Barru terhadap implementasi Program PM-AAS.

“Kami berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program PM-AAS. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Abustan.

Ia menegaskan, penerapan sistem pertanian modern diyakini akan meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya komoditas padi.

“Dengan penerapan pertanian modern melalui Program PM-AAS, kami optimistis produksi dan produktivitas, khususnya komoditas padi, dapat terus meningkat,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh pemanfaatan teknologi pertanian modern, penguatan sarana dan prasarana, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.

Rapat koordinasi yang diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan bersama jajaran terkait itu merupakan bagian dari langkah pemerintah mendukung Program Swasembada Pangan Berkelanjutan melalui penerapan PM-AAS dengan target pengembangan lahan seluas 1 juta hektare pada 2026.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen pencapaian target PM-AAS Provinsi Sulawesi Selatan seluas 91.340 hektare sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Khusus Kabupaten Barru, pemerintah daerah berkomitmen melaksanakan Program PM-AAS pada lahan seluas 2.227 hektare. Jadwal tanam yang semula direncanakan berlangsung pada Juli–September 2026 disesuaikan menjadi Oktober–November 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino di wilayah pantai barat Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, sebagai upaya menyiasati kondisi alam, khususnya perubahan iklim, kita harus mengikuti kondisi iklim, bukan melawannya. Karena itu, kabupaten yang berada di zona pantai barat, termasuk Barru, diberikan penyesuaian jadwal tanam dengan mempertimbangkan kondisi iklim,” kata Abustan.

Penyesuaian jadwal tanam tersebut diharapkan membuat pelaksanaan Program PM-AAS berjalan lebih optimal sehingga target peningkatan produksi padi dan penguatan ketahanan pangan dapat tercapai secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *