Komitmen Meningkatkan Kualitas Pengajaran, SD Inpres Maccini Baru Mengikutsertakan 15 Dosen untuk Praktik Kolaboratif dalam Pembelajaran Mendalam.

Makassar, Wartana – UPT SPF SD Inpres Maccini Baru mengirimkan sebanyak 15 (lima belas) guru wali kelas untuk mengikuti kegiatan Praktik Kolaborasi Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) se-Kecamatan Tamalate pada 1, 3, dan 4 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi, yakni Erlangga dan Hotel Prima Makassar, ini melibatkan ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Agenda tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman, strategi, dan praktik baik pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Tamalate.

Kepala SD Inpres Maccini Baru, Risnawati Majit, S.Pd,. M.pd, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung peningkatan kualitas guru melalui pelatihan.

“Jumlah guru yang kami ikutkan ada lima belas wali kelas di masing-masing fase A, B, dan fase C. Harapan saya, sekolah menyetujui kegiatan ini agar guru-guru saya bisa memahami, menerapkan, dan mengaplikasikan pembelajaran mendalam di kelas masing-masing,” ungkap Risnawati Majit, yang juga merupakan Sekretaris K3S Kecamatan Tamalate, saat ditemui usai kegiatan, Sabtu (04/10/2025).

Lebih lanjut, Risnawati menilai praktik pembelajaran mendalam sangat penting agar siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pembelajaran yang membuat mereka berpikir kritis, kreatif, dan memiliki pemahaman mendalam. Itu sebabnya, guru perlu terus berkolaborasi dan berinovasi,” jelasnya.

Dengan keterlibatan guru dalam jumlah besar, SD Inpres Maccini Baru berharap dapat menjadi bagian dari sekolah yang aktif mendorong transformasi pembelajaran di Kecamatan Tamalate.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pemateri Dr. Thamrin Paelori, M.Pd., Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Ia menekankan bahwa guru saat ini tidak cukup hanya memahami konsep, melainkan harus mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara kreatif dan bermakna.

“Intinya sekarang bukan lagi menjelaskan konsep deep learning, melainkan bagaimana implementasinya. Guru harus mulai memberi pengalaman belajar mendalam yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik,” ujar Dr. Thamrin.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. “Sekreatif apa pun guru, kalau tidak menggunakan teknologi, pasti akan lambat. Bahkan sekarang banyak guru sudah memanfaatkan ChatGPT dan AI untuk desain pembelajaran. Guru tidak boleh gaptek,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, guru-guru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi sekaligus membawa dampak positif dalam peningkatan mutu pembelajaran di Kecamatan Tamalate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *