Wawali Makassar Resmikan Program Kolaborasi UNIQLO-UMKM, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Wawali Makassar Resmikan Program Kolaborasi UNIQLO-UMKM, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Makassar, Wartana.com – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, meresmikan program UNIQLO Neighborhood Collaboration di UNIQLO Store, Trans Studio Mall Makassar pada Jumat (17/7/2026). Program ini bertujuan membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk UMKM lokal terpilih.

Kolaborasi tersebut merupakan inisiatif antara UNIQLO Indonesia, Pemerintah Kota Makassar, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui program ini, sebuah area khusus atau showcase disediakan di dalam gerai UNIQLO untuk menampilkan produk UMKM. Christopher, Government Relations PT Fast Retailing Indonesia, menjelaskan bahwa program ini diharapkan menjadi wadah bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan eksposur kepada masyarakat luas.

Sejumlah UMKM Kota Makassar seperti Kauuai, Rappo Indonesia, Pemberdayaan Kasih Bunda, Tigaharajut, Syakila Handmade, dan Anaku mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya. Produk-produk yang dipamerkan meliputi kerajinan tangan, aksesori, tas, hingga produk daur ulang yang menonjolkan kekayaan kreativitas lokal, konsep ramah lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut, menekankan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing produk lokal. “Kolaborasi seperti ini menjadi peluang besar bagi UMKM Makassar untuk menunjukkan kualitas produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung kemitraan yang mampu meningkatkan kapasitas, pemasaran, dan daya saing pelaku UMKM,” ujarnya. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, dalam kegiatan tersebut.

Diharapkan, program UNIQLO Neighborhood Collaboration ini dapat mendorong lebih banyak UMKM Kota Makassar untuk berkembang, naik kelas, serta menjadi bagian dari rantai ekonomi kreatif yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *