Makassar Unjuk Dua Inovasi Unggulan di Ajang IGA 2026

Makassar Unjuk Dua Inovasi Unggulan di Ajang IGA 2026

MAKASSAR, Wartana.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mempresentasikan dua inovasi unggulan daerah, Lontara+ dan SALAMA, dalam tahapan penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Presentasi daring melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung pada Selasa, 3 November 2026, berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa inovasi ini diterapkan Pemerintah Kota Makassar untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif berbasis digital, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Presentasi tersebut dilakukan dari Balai Kota Makassar, memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pelayanan publik dan perkotaan.

Inovasi pertama yang dipaparkan adalah Lontara+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), sebuah super-aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah dalam satu platform digital. Dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar sejak tahun 2025, Lontara+ bertujuan untuk mengatasi persoalan kualitas dan kecepatan pelayanan publik, integrasi data antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta penanganan pengaduan masyarakat. “Hadirnya inovasi Lontara+ tidak sekadar aplikasi digital, tetapi menjadi bagian dari perubahan sistem kerja pemerintahan agar lebih terhubung, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Munafri.

Platform Lontara+ telah menunjukkan dampak signifikan dengan mencatat lebih dari 76 ribu pengguna dan 3,9 juta aktivasi aplikasi. Tercatat pula lebih dari 20 ribu aduan masyarakat yang telah diterima, dengan tingkat penyelesaian mencapai 91,7 persen. Munafri menambahkan, “Kami ingin menjadikan Lontara+ sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam hal informasi dan pelayanan.” Pengembangannya juga diperkuat melalui regulasi daerah, termasuk Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 9 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah.

Selain Lontara+, Wali Kota juga memperkenalkan inovasi non-digital bernama SALAMA (Sahabat Anak Lewat Afirmasi Aman Bencana) yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Program ini menyasar penguatan literasi dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan psikologis. “Program ini dirancang agar anak-anak sekolah tidak hanya memahami langkah penyelamatan ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kesiapan mental sehingga tidak mudah panik saat menghadapi situasi darurat,” terang Munafri.

Metode Hypno-Shield, sebuah pendekatan afirmasi positif berbasis hipnoterapi yang terintegrasi dengan psikologi, digunakan dalam program SALAMA untuk membangun mentalitas tangguh pada anak. Pelaksanaannya melibatkan BPBD, Dinas Pendidikan, psikolog, Komunitas Hipnoterapi Makassar, tenaga pendidik, relawan, serta pihak sekolah. Dari implementasi program tersebut, tercatat sekitar 400 keluarga sekolah telah terlibat, dan tingkat pemahaman siswa terhadap langkah-langkah kesiapsiagaan bencana meningkat dari 45 persen menjadi 80 persen. Munafri berharap, “Yang paling penting, inovasi harus aplikatif, mudah digunakan, informatif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *