Investasi Makassar Tembus Rp5 Triliun, Sektor Jasa Kesehatan Jadi Penopang Utama

Investasi Makassar Tembus Rp5 Triliun, Sektor Jasa Kesehatan Jadi Penopang Utama
Screenshot

MAKASSAR, Wartana.com — Realisasi investasi di Kota Makassar menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dengan mencatatkan nilai tembus Rp5 triliun hingga periode September 2026. Capaian ini berasal dari 12.343 proyek kegiatan usaha yang tersebar di berbagai sektor strategis di Kota Daeng.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, total realisasi investasi mencapai Rp5.003.864.386.458. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 22,07 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4,10 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Makassar, Mario Said, menyatakan bahwa capaian ini memberikan kontribusi besar terhadap total investasi di Provinsi Sulawesi Selatan. Dari total realisasi investasi provinsi sebesar Rp15,25 triliun, Kota Makassar menyumbang sekitar 32,80 persen.

“Realisasi investasi Kota Makassar berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–September 2026 telah mencapai Rp5 triliun. Kinerja ini mempertegas posisi Makassar sebagai tujuan investasi utama di Sulawesi Selatan,” ujar Mario Said di Makassar, Selasa (3/11/2026).

Struktur investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp4,32 triliun atau 86,43 persen dari total modal yang masuk. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp678,80 miliar atau sekitar 13,57 persen. Sektor jasa lainnya, khususnya sarana kesehatan, menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1,41 triliun, diikuti sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi senilai Rp793 miliar.

Mario menambahkan, salah satu investor dengan nilai penanaman modal terbesar adalah PT Siloam International Hospitals yang mencapai Rp966 miliar. Untuk investasi asing, negara-negara seperti Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Tiongkok tetap menjadi mitra utama. Industri makanan juga mencatatkan pertumbuhan paling pesat, yakni mencapai 271 persen dengan nilai Rp507 miliar.

Memasuki triwulan IV 2026, Pemerintah Kota Makassar optimis dapat mengejar target realisasi hingga Rp6 triliun. Langkah strategis yang disiapkan meliputi pendampingan pelaporan LKPM, pembentukan desk khusus percepatan perizinan, serta penguatan promosi proyek siap tawar. “Kami terus berupaya menjaga momentum ini agar investasi memberikan dampak ekonomi luas, terutama dalam penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkas Mario.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *