UMI Optimalkan Rute Distribusi Pertanian di Takalar, Janjikan Efisiensi dan Peningkatan Pendapatan Petani

UMI Optimalkan Rute Distribusi Pertanian di Takalar, Janjikan Efisiensi dan Peningkatan Pendapatan Petani

Takalar, Wartana.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Binaan, telah mengembangkan strategi optimalisasi rute distribusi hasil pertanian dan perkebunan di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 2 November 2026, ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengiriman komoditas pertanian, menekan biaya operasional, serta menjaga kualitas hasil panen demi peningkatan pendapatan petani setempat.

Inisiatif ini berfokus pada pemetaan potensi hasil pertanian, identifikasi aksesibilitas jalan desa, serta penyusunan alternatif rute distribusi yang lebih efisien dari sentra produksi menuju titik pengumpulan, pasar, dan jalur utama keluar desa. Program bertema “Optimalisasi Rute Distribusi Hasil Pertanian dan Perkebunan di Desa Sanrobone Kabupaten Takalar Berbasis Aksesibilitas Jalan Desa” dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Ir. Muh. Masyar Adri, ST., MT., didampingi Dr. Muh. Rayes Ibrahim, S.Kom., M.I.Kom. dan Ir. Bambang Karsono, ST., MT.

Kunjungan lapangan yang dihadiri oleh pejabat pemerintah desa, perwakilan masyarakat, serta kelompok tani setempat, menggarisbawahi pentingnya program ini. Desa Sanrobone memiliki potensi pertanian signifikan, terutama padi, jagung, dan cabai rawit, serta sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakatnya. Namun, kondisi jalan desa yang belum terkelola optimal, jarak tempuh, serta sistem pengumpulan hasil panen yang belum terpadu, kerap berujung pada peningkatan biaya transportasi dan penurunan kualitas komoditas.

Ir. Muh. Masyar Adri menekankan bahwa optimalisasi rute distribusi adalah bagian integral dari strategi penguatan ekonomi desa. “Hasil pertanian yang baik akan memberi nilai ekonomi optimal apabila mampu sampai ke pasar dengan cepat, murah, dan dalam kondisi baik. Oleh karena itu, pengaturan rute distribusi berbasis aksesibilitas jalan desa perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah desa, kelompok tani, dan pihak kampus,” ujar Adri.

Pendekatan yang dilakukan tim UMI meliputi observasi lapangan, wawancara intensif dengan petani dan perangkat desa, identifikasi titik rawan akses, serta analisis komprehensif untuk merumuskan alternatif rute pengangkutan hasil panen. Optimalisasi ini mempertimbangkan lokasi sentra produksi, kondisi dan kapasitas jalan desa, volume hasil panen, jenis kendaraan angkut, serta arah tujuan pasar atau titik pengumpulan. Dengan pengaturan jalur yang lebih efisien, petani diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar, mempersingkat waktu perjalanan, serta mengurangi biaya sewa dan operasional kendaraan angkut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *